RS Lapangan Jadi Salah Satu Kunci Tekan Sebaran COVID-19 di Jatim

Faiq Azmi - detikJatim
Minggu, 16 Jan 2022 12:25 WIB
Rumah Sakit Darurat Indrapura Rawat 34 TKI Positif COVID-19  

Hilda Meilisa Rinanda

Surabaya - Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) kini tengah merawat 34 Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terkonfirmasi positif COVID-19. Sebelumnya, para TKI ini sempat diswab saat hendak dikarantina di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Rinciannya, tadi malam ada delapan PMI yang masuk RSLI. Sedangkan sore ini ada 26 orang PMI yang dinyatakan positif terpapar COVID-19.

Mereka berasal dari Malaysia, Hongkong, Singapura dan Brunei Darussalam. TKI yang positif dalam seminggu terakhir ini berasal dari wilayah Asia Tenggara, sedangkan yang dari timur tengah diperkirakan akan masuk dalam seminggu ke depan.

Ketua Pelaksanan Relawan PPKPC-RSLI Radian Jadid menyebut total TKI yang dirawat di RSLI ada 34 pasien. Rincirannya 17 pasien laki-laki dan 17 pasien perempuan.

Sedangkan asal para TKI juga beragam, lebih dari setengah berasal dari Madura, yakni dari Sampang, Pamekasan, Bangkalan dan Sumenep. Lalu, ada pula dari Jember, Probolinggo, Ponorogo, Pacitan, Sidoarjo dan satu orang dari Kendal, Jawa Tengah. 

Sementara itu, Kepala RSLI Kogabwilhan II Surabaya, Laksamana Pertama dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan para TKI yang positif ini akan menjadi perhatian serius. Karena berpotensi menjadi perantara mutasi COVID-19 varian baru. 

Nalendra mengatakan pihaknya juga berkaca pada kondisi tsunami COVID-19 di India. Untuk itu, Nalendra tak ingin kecolongan. Segala langkah antisipasif dan monitoring ketat akan dilakukan pada penderita COVID-19 yang berasal dari PMI.
Rumah Sakit Lapangan Indrapura (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Pandemi COVID-19 telah melanda Indonesia sejak Maret 2020 lalu. Hampir dua tahun berlalu, banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi wabah COVID-19.

Di Jatim, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemprov untuk menekan angka COVID-19. Yang paling terlihat ialah dibangunnya sejumlah rumah sakit lapangan khusus pasien COVID-19.

Sejauh ini, Pemprov Jatim telah 'secepat kilat' membangun tiga rumah sakit lapangan. Yang pertama di Kota Surabaya yakni Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI). RSLI dibangun secara kilat pada April 2020 lalu, saat awal pandemi, di mana kasus COVID-19 di kawasan Surabaya Raya sangat tinggi.

"Rumah Darurat ini (RSLI) dibangun untuk merawat pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 dengan gejala ringan dan sedang. Tidak hanya dari Surabaya, dari daerah lain jika memungkinkan, silakan dirawat di RS Darurat," kata Khofifah pada April 2020 silam, saat menyidak persiapan pembangunan RS Darurat Indrapura (sekarang namanya RSLI).

RS Lapangan Dungus MadiunGubernur Khofifah saat meninjau RS Lapangan Dungus Madiun (Foto: Faiq Azmi)

Pada prosesnya, RSLI yang dibangun oleh Pemprov Jatim mulai beroperasi pada Mei 2020. RSLI kemudian dipegang kendalinya oleh Kogabwilhan II di bawah penanggungjawab Laksma dr I Dewa Gede Nalendra Djaya. Saat ini, bertugas sebagai penanggungjawab RSLI adalah Laksamana dr Samsulhadi.

19 bulan sejak beroperasi, RSLI kini telah merawat 10.560 pasien. Dari jumlah itu, sebanyak 10.556 sembuh, dan 4 pasien dinyatakan meninggal dunia.

Singkat cerita, Nalendra yang saat itu masih menjadi penanggungjawab RSLI menyebut, 4 pasien yang meninggal, sudah datang dengan keadaan kritis.

"Ada yang baru sampai dengan keadaan kritis, karena rumah sakit sudah full, kita terima. Ternyata beberapa jam dirawat, nyawanya tidak tertolong. Apalagi bulan Juni-Juli 2021 itu angka COVID-19 di Jatim tinggi-tingginya, sempat 8 ribu kasus sehari, dan banyak rumah sakit penuh," kata Nalendra.

Tidak hanya menerima pasien COVID-19 yang terpapar virus asal Wuhan saja, RSLI juga menjadi tempat isolasi bagi PMI/TKI yang balik ke Jatim. Saat Juni 2021 lalu, puluhan pasien yang terpapar COVID-19 jenis mutasi Alpha dan Delta dirawat di RSLI.

"Pasien-pasien yang saat itu terpapar varian delta atau alpha, kita pisahkan. Kita punya tempat khusus, dan mereka tidak dicampur dengan pasien yang terpapar COVID-19 yang varian lama," terang Nalendra.

Penanggungjawab RSLI saat ini, Samsulhadi mengatakan pasien di rumah sakit yang ia pimpin saat ini 0 pasien dari total kapasitas kurang lebih 400 orang. Hal itu selaras dengan data Satgas Jatim per-22 Desember 2021, RSLI sudah tidak memiliki pasien. Namun, RSLI masih menerima pasien, seandainya ada yang datang. Selain itu, RSLI juga menampung pasien ibu hamil yang terpapar COVID-19.

"Kami tetap beroperasi, dan RSLI sejak bulan September lalu, juga menerima ibu hamil yang terpapar COVID-19 namun hendak bersalin. Kita siapkan ruangannya, dan alhamdulillah sudah beberapa ibu hamil yang bersalin di sini, semuanya selamat," ungkapnya.

Pasien COVID-19 di RS Lapangan IndrapuraPasien COVID-19 di RS Lapangan Indrapura wisuda (Foto: Faiq Azmi)

Selain RSLI, ada juga dua rumah sakit lapangan lainnya yang dibangun Pemprov Jatim. Yakni RS Lapangan Ijen Boulevard di Malang dan RS Lapangan Dungus di Madiun.

Kedua RS Lapangan tersebut dibangun saat kasus COVID-19 di Jatim kembali naik cukup tinggi pada medio Desember 2020. Pada akhir Desember 2020, RS Lapangan Ijen Boulevard Malang yang berkapasitas 300 pasien sudah beroperasi.

Berselang dua bulan yakni pada Februari 2021, giliran RS Lapangan Dungus Madiun yang sudah mulai beroperasi.

"Jatim memiliki tiga rumah sakit lapangan, yaitu RS Lapangan Indrapura Surabaya, RS Lapangan Ijen Boulevard Malang, dan RS Lapangan Joglo Dungus Madiun. RS ini ada di kabupaten Madiun tapi diperuntukkan untuk wilayah Mataraman luar Kabupaten Madiun. Ada 150 bed yang disiapkan," kata Gubernur Khofifah pada Februari 2021 lalu.

Jubir Satgas COVID-19 Jatim Dr Makhyan Jibril mengungkapkan, kedua RS Lapangan di luar Surabaya tersebut sampai saat ini masih beroperasi.

"Masih beroperasi, alhamdulillah saat ini untuk RSLI Joglo Dungus sudah 0 pasien. Sementara untuk RS Ijen Boulevard Malang ada 3 pasien yang dirawat," kata Jibril kepada detikcom, Rabu (22/12/2021).

Jibril mengungkapkan, RS Lapangan Ijen Boulevard Malang telah merawat 5.115 pasien. Dengan catatan 0 kematian. Sedangkan di RS Lapangan Dungus Madiun, telah merawat 1.528 pasien dengan catatan satu pasien meninggal dunia.

"Memang untuk rumah sakit lapangan itu dibangun untuk memisahkan ya pasien dengan gejala ringan dan sedang agar dirawat di RS lapangan. Agar memberi ruang untuk pasien dengan gejala berat bisa dirawat ke rumah sakit rujukan, istilahnya merelaksasi rumah sakit rujukan," kata Jibril.

RS Lapangan Indrapura (RSLI) Gelar Salat Id Bersama Pasien dan PMI Positif COVID-19RS Lapangan Indrapura Gelar Salat Id Bersama Pasien dan PMI Positif COVID-19 (Foto: Esti Widiyana)

Jibril menjelaskan, sebenarnya Pemprov Jatim masih memiliki satu rumah sakit lapangan lainnya yakni di BPWS Bangkalan. Saat Juni 2021 lalu, pelonjakan kasus COVID-19 yang signifikan di Bangkalan membuat Pemprov membangun secara cepat rumah sakit lapangan di BPWS sisi Bangkalan.

"Saat itu kita ingat Bangkalan kasusnya (COVID-19) tengah tinggi-tingginya. Setelah melewati PPKM darurat, kasus COVID-19 di Jatim terus menurun. Saat ini RS Lapangan di sana sudah dinon-aktifkan," terang Jibril.

Jibril mengungkapkan, pembangunan RS Lapangan di Jatim mendapat apresiasi yang luar biasa dari pemerintah pusat. Bahkan, ada beberapa daerah yang mengadopsi cara pembangunan RS Lapangan di Jatim.

"RS Lapangan ini buah kerja keras Ibu Gubernur, juga Pemprov Jatim, tim Satgas, BPBD yang langsung melakukan pencegahan khususnya kuratif untuk memberi tempat isolasi bagi pasien COVID-19," tandas Jibril.



Simak Video "RS Lapangan Banteng Vastenburg Siap Digunakan 100%"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)