Siasat Walkot Eri Gerakkan UMKM agar Jalan Kunti Bebas dari Narkoba

Siasat Walkot Eri Gerakkan UMKM agar Jalan Kunti Bebas dari Narkoba

Esti Widiyana - detikJatim
Selasa, 20 Okt 2026 14:15 WIB
Penggerebekan kampung narkoba di Jalan Kunti Surabaya
Ilustrasi. Jalan Kunti Surabaya yang kerap digerebek polisi hingga mendapat julukan Kampung Narkoba. (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi terus menjalankan rencana untuk membebaskan Jalan Kunti yang telah beberapa kali menjadi lokasi penggerebekan oleh polisi dari Narkoba. Eri sedang melakukan sejumlah cara untuk menggerakkan UMKM di kawasan tersebut.

"Jadi kemarin sudah dilakukan penggerebekan ya oleh Polda Jawa Timur. Saya matur nuwun sehingga nanti kami akan menggerakkan UMKM di sana. Jadi ada pelatihan-pelatihan untuk mendapatkan penghasilan," kata Eri kepada wartawan di Balai Kota, Selasa (20/10/2026).

Selain itu, anak-anak muda di kawasan Jalan Kunti akan diberi modal untuk mereka yang mau bekerja dan bergerak. Lalu, Pemkot Surabaya berkoordinasi dengan PT KAI untuk merobohkan rumah sarang narkoba.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ternyata ada rumah yang dia itu dijadikan sarang narkoba. Ini bandar narkoba yang Insyaallah akan ada tindak lanjut dari PT KAI untuk merobohkan rumah itu. Karena itu kan tanahnya PT KAI," ujarnya.

Eri pun berkomitmen untuk selalu mendukung dan membantu penuh kegiatan Polda Jatim, Polres Tanjung Perak,serta PT KAI dalam menjalankan pemberantasan narkoba di Jalan Kunti.

ADVERTISEMENT

"Yang penting sekarang kita bisa menghilangkan itu (narkoba) dari kawasan Kunti. Tapi jangan kembali, maka pergerakan ekonomi harus terjadi di sana. Jadi mulai pelatihan ibu-ibunya, pelatihan-pelatihan anak muda, terus menggerakkan UMKM yang ada di sana," jelasnya.

Sementara Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Kota Surabaya Achmad Zaini mengatakan, sebagai langkah awal, Pemkot telah mendata kondisi masyarakat dan kebutuhan warga di kawasan tersebut. Pendataan dilakukan dengan melibatkan lurah, camat, Bhabinkamtibmas, hingga Babinsa.

Hasil pendataan itu akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan bentuk pemberdayaan. Salah satu program yang disiapkan di antaranya pengembangan UMKM serta pelatihan untuk mendukung warga.

"Akan kami jadikan kampung bersinar, upaya-upaya kami dinas terkait sudah mempunyai program-program buat warga sekitar untuk berusaha seperti UMKM dan pelatihan bagi warga setempat," katanya.

Melalui program itu, Pemkot Surabaya berharap warga Jalan Kunti bisa mendapatkan dukungan untuk mengembangkan potensi ekonomi sekaligus mendorong perubahan lingkungan menjadi lebih baik.

Sebelumnya, petugas gabungan telah melakukan penggerebekan di Jalan Kunti pada Rabu (14/10). Sebanyak 19 orang diamankan yang mana 15 di antaranya dinyatakan positif narkotika jenis sabu berdasarkan tes urine. Sementara 2 dari empat orang yang hasil tes urinenya negatif ditemukan membawa sabu seberat total 0,35 gram.

"15 orang dinyatakan positif (sabu) dan 4 orang dinyatakan negatif. Namun dari 4 orang yang negatif tersebut terdapat 2 orang yang ditemukan BB (sabu) sebanyak 0,35 gram," ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Irwan Kurniawan kepada awak media, Jumat (16/10/2026).

Sementara itu, Kepala BNNK Surabaya Kombes Heru Prasetyo memastikan bahwa 17 orang yang diamankan dari Jalan Kunti telah direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi. Mereka seluruhnya dikategorikan sebagai pecandu narkotika.

"Untuk itu terhadap ke-17 orang itu telah kami rekomendasikan, telah kami rekomendasikan untuk menjalani rehabilitasi rawat inap," tutur Heru.

Dalam penggerebekan itu, polisi turut menyita 52 paket kecil sabu siap edar, 54 alat isap sabu atau bong, tiga timbangan digital, 26 pipet kaca, serta delapan senjata tajam.



(irb/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads