Pemkot Surabaya memberikan pendampingan kepada keluarga Zulkarnain Abdil Aziz (10), bocah penyandang disabilitas yang meninggal dunia diduga jadi korban bully. Pendampingan juga diberikan kepada anak-anak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya, Ida Widayati mengatakan, anak-anak yang masih di bawah umur tetap berada dalam pengawasan orang tua.
Pemkot juga melakukan pendampingan kepada keluarga korban dan anak-anak yang diduga terlibat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena masih anak-anak jadi masih dikembalikan dalam pengawasan orang tua, akan tetapi kami sudah melakukan pendampingan baik keluarga korban (ortu) dan anak-anak pelaku," kata Ida kepada detikJatim, Sabtu (17/10/2026).
Ida memastikan proses hukum atas kasus kematian korban juga telah berjalan di Polrestabes Surabaya.
"Proses hukum di Polrestabes juga sudah berjalan," ujarnya.
Selain memberikan pendampingan, Pemkot Surabaya mengupayakan pencegahan agar kasus serupa tidak terjadi lagi. Upaya tersebut dilakukan melalui lingkungan masyarakat dan sekolah.
Di lingkungan masyarakat, pencegahan dilakukan melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Sementara di sekolah, Pemkot Surabaya menjalankan kegiatan Dinamika Sekolah Arek Suroboyo.
"Kami sudah melakukan upaya-upaya pencegahan baik di lingkungan masyarakat melalui Puspaga maupun ke sekolah melalui kegiatan dinamika Sekolah Arek Suroboyo," tuturnya.
Diketahui, Zulkarnain ditemukan dalam kondisi membiru dengan tali sepatu menjerat lehernya di depan rumahnya di kawasan Medokan Ayu, Surabaya, pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 09.20 WIB.
Ayah korban, Selaras Abdul, menduga anaknya menjadi korban perundungan oleh dua anak tetangganya berinisial K (10) dan F (8). Keluarga menduga keduanya mengetahui kejadian yang menimpa Zulkarnain setelah melihat rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi.
Keluarga kemudian melaporkan kasus tersebut ke polisi untuk mengungkap penyebab pasti kematian Zulkarnain dan peran anak-anak yang diduga terlibat.
Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari sebelumnya membenarkan laporan tersebut telah diterima dan saat ini masuk tahap penyidikan.
"Sudah kita proses (laporannya)," kata Melatisari saat dikonfirmasi detikJatim, Sabtu (17/10/2026).
"Kita tangani, proses penyidikan," imbuhnya.
