Kasus penemuan mayat bayi yang terkubur di belakang pekarangan rumah warga di Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri terungkap. Ini setelah ibu bayi dan pacarnya berhasil ditangkap.
Kapolres Kediri AKBP Moh Wahyudin Latif mengatakan kedua pelaku yang ditangkap yakni ibu bayi berinisial TW (23) dan pacarnya, DA (22). Kedua pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Latif menambahkan tersangka TW diketahui melahirkan pada Sabtu (3/10/2026) pukul 03.30 WIB. Setelah lahir, TW kemudian membekap karena panik dengan tangisan bayi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sesaat setelah melahirkan, karena bayinya ini menangis, kemudian pelaku langsung membekap mulut dan hidung bayi tersebut, sehingga meninggal dunia," kata Latif saat jumpa pers, Rabu (7/10/2026).
Setelah membekap hingga bayinya tewas, tersangka TW kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada pacarnya, DA melalui pesan WhatsApp meminta datang mengambil jasad bayi.
"Selanjutnya DA mengambil mayat bayi tersebut dan membawanya pulang, kemudian dikuburkan di belakang rumah," terang Latif.
Menurut Latif motif pembunuhan bayi tersebut karena khawatir diketahui pihak keluarga. Tersangka TW dan DA diketahui menjalin asmara sekitar 2 tahun dan berencana menikah pada Januari 2027.
Namun keduanya kini ditangkap karena perbuatannya. Kedua tersangka juga terancam dijerat dengan Pasal Perlindungan anak.
"Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 460 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta Pasal 80 ayat (3) dan (4) juncto Pasal 76C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak," pungkasnya.
Sebelumnya, sesosok mayat bayi ditemukan terkubur di belakang pekarangan rumah warga di Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Penemuan itu kemudian dilaporkan ke polisi.
Kapolsek Pare AKP Wendi Sulistiono mengatakan jasad bayi pertama kali ditemukan oleh warga berinisial TKN pada Senin (5/10) petang. Saat itu, warga hendak menguburkan anak kambing di halaman belakang rumahnya.
"Saat akan menguburkan anak kambing, saksi secara tidak sengaja melihat kantong kresek warna hitam yang sudah terkubur dan mengeluarkan bau tidak sedap," kata Wendi. Selasa (6/10/2026).
Karena penasaran, warga kemudian menarik kantong plastik tersebut dari dalam tanah. Setelah dibuka, ternyata kantong tersebut berisi jasad bayi laki-laki.
