Seorang perangkat Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Probolinggo berinisial MN (31) terpaksa harus ditembak polisi kakinya. Pasalnya, ia terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Kasi Humas Polres Probolinggo Kota Iptu Zainullah mengatakan, tersangka merupakan eksekutor dalam setiap aksi curanmor. Polisi terpaksa memberikan tindakan tegas karena hendak kabur saat akan ditangkap.
Zain menuturkan salah satu kasus curanmor yang dilakukan tersangka yakni di wilayah Pendopo. Saat kejadian, korban memarkir sepeda motornya di pinggir jalan dan masuk ke sebuah toko.
"Korban lupa, kuncinya masih tertempel. Beberapa saat kemudian ternyata sepeda motor tersebut sudah raib atau hilang," kata Zain, Rabu (7/10/2026).
Polisi kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi. Dari rekaman tersebut, terlihat dua orang berboncengan menggunakan sepeda motor dan mengenakan helm tertutup.
"Dari pantauan CCTV, terlihat ada dua orang berboncengan sepeda motor menggunakan helm tertutup. Kemudian kita lakukan penyelidikan," jelasnya.
Hasil penyelidikan mengarah kepada tersangka dan melakukan upaya penangkapan pada Senin, 5 Oktober 2026 sekitar pukul 03.00 WIB.
Dari hasil pemeriksaan, tersangka diketahui telah beraksi di sejumlah tempat. "Dari hasil pemeriksaan mengembang kepada lima TKP," ujar Zainullah.
Selain menangkap tersangka MN, polisi juga mengamankan pria berinisial AW yang diduga membantu menjual hasil kejahatan sekaligus berperan sebagai penadah.
"Jadi yang saat ini kita amankan adalah salah satu pelaku dan satu penadah. Saat ini masih kita kembangkan dan kita dalami," kata Iptu Zainullah.
Polisi menyebut satu pelaku lainnya yang diduga berboncengan dengan MN saat menjalankan aksi masih dalam pengejaran dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Simak Video "Video: Pelaku Curanmor di Lampung Tewas Ditembak Seusai Todongkan Senpi ke Polisi"
(auh/abq)