Hubungan asmara antara IR (22) dan MF (23) yang merupakan anak seorang lurah di Surabaya terjalin selama kurang lebih 3 tahun. Akhir dari hubungan hubungan itu sangat tragis, di mana IR nekat menusuk pria yang dia sebut telah bertunangan dengan dirinya itu hingga tewas.
MF yang merupakan anak dari Lurah Sumberejo, Surabaya itu ditusuk oleh pelaku, IR (22), seorang wanita warga Sememi, Benowo, Surabaya di Toko Bangunan Al Inayah 3, Jalan Beji PDAM, Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti, Gresik. IR mengaku gelap mata karena sering diselingkuhi.
Berikut ini deretan fakta-fakta terbaru tragedi pembacokan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fakta Terbaru Anak Lurah Surabaya Dibunuh Pacar di Gresik
1. Korban Tak Langsung Tewas dan Sempat Duel Sengit
Usai lehernya ditusuk oleh IR pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, korban MF tidak langsung tewas di tempat. Korban sempat melakukan perlawanan sengit dengan mendorong pelaku hingga terjatuh ke lantai, lalu menindih dan memukuli pelaku dari atas.
"Pas setelah saya tusuk lehernya, dia langsung mendorong saya ke lantai. Dan ia berada di atas saya sembari memukuli saya. Darah dari lehernya mengucur menutupi wajah saya," kata IR.
Dalam posisi terdesak di bawah himpitan korban dengan wajah tertutup kucuran darah, pelaku meraba-raba lantai mencari pisaunya yang terlepas. Begitu pisau dia temukan lagi, pelaku menyabetkan membabi buta ke area paha, tangan, hingga punggung korban hingga MF lemas dan akhirnya meninggal menindih tubuh pelaku.
Pelaku baru bisa terbebas setelah merangkak keluar dari bawah jasad korban.
2. Pelaku Mengaku Sempat Coba Bunuh Diri Sebelum Telepon 110
Setelah berhasil keluar dari bawah himpitan jasad kekasihnya, IR yang panik dan diselimuti trauma mengaku sempat berupaya mengakhiri hidupnya sendiri di lokasi kejadian. Namun aksi percobaan bunuh diri tersebut gagal, hingga akhirnya pada pagi harinya IR memutuskan menghubungi panggilan darurat kepolisian 110 untuk menyerahkan diri.
Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman membenarkan bahwa awal mula pengungkapan kasus ini berawal dari laporan telepon darurat pelaku sendiri.
"Berawal dari telpon 110 yang dilakukan oleh pelaku (perempuan) terhadap korban (pasangan tunangan). Kemudian kami melakukan pengecekan terkait lokasi penelepon dan benar terjadi, yang berlokasi di Desa Randupadangan perbatasan dengan Kecamatan Benowo, Surabaya," kata Arif.
Saat ini tersangka sudah diamankan polisi. Penyelidikan mendalam terkait pembunuhan ini masih dilakukan.
3. Indikasi Pembunuhan Berencana
Aksi penusukan ini mengarah pada dugaan aksi pembunuhan yang telah direncanakan oleh pelaku sebelumnya.
Pelaku IR mengakui telah berada dan mengintai di lokasi toko bangunan sejak siang hari sebelum akhirnya melancarkan aksinya pada dini hari saat korban lengah.
"Saya sudah berada di situ (toko bangunan) sejak kemarin siang. Pas jam 02.00 WIB pagi, baru saya tusuk dia di lehernya," kata IR kepada detikJatim, Sabtu (3/10).
4. Motif Dipicu Rasa Sakit Hati dan Kekesalan yang Memuncak
Pelaku mengaku aksinya didasari kekesalan yang sudah menumpuk akibat dugaan perselingkuhan berulang yang dilakukan korban. Sebelum aksi penusukan terjadi, pelaku mendapati foto, video, dan percakapan dengan wanita lain di ponsel korban yang langsung dihapus saat dipergoki.
Pelaku merasa sakit hati karena sudah memberikan segalanya selama 3 tahun berpacaran namun tetap diselingkuhi.
"Saya kesal pak, saya sering diselingkuhi. Padahal semua sudah saya berikan pak," tuntas IR.
IR mengaku sudah sering memergoki MF berhubungan dengan perempuan lain tapi yang bersangkutan terus mengulangi.
"Kemarin (Jumat 3/10) itu saya menemukan satu video, foto dan chat. Pas ketahuan langsung dihapus sama dia," kata IR.
"Jadi saya kesal dan merencanakan ini," tuturnya.
5. Penegasan Pihak Keluarga: Berstatus Pacar, Bukan Tunangan
Pihak keluarga korban meluruskan simpang siur informasi mengenai status hubungan keduanya. Paman korban menegaskan bahwa MF dan IR merupakan pasangan kekasih (pacar) yang telah berhubungan selama 3 tahun.
Namun, dia menegaskan bahwa antara IR dan MF belum ada status resmi bertunangan. Keduanya juga diketahui tinggal di desa yang sama, yakni kawasan Sememi Jaya, tetapi beda RT.
"Ini ponakan saya mas. Pacaran iya, kalau tunangan belum, ini kan satu desa beda RT. Ponakan saya kan anak Lurah Sumberejo, Surabaya," tegas paman korban.
