Empat motor milik bidan dan perawat di Klinik Eka Medika di Mojokerto raib digondol maling. Aksi pelaku sempat terekam kamera CCTV. Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) itu kini tengah diselidiki polisi.
Dokter Klinik Eka Medika, dr Karis Akmal Hussin membenarkan aksi pencurian tersebut. Ia menyebut, terbaru pelaku mencuri Honda BeAT tahun 2017 milik Nailil Faizah (24), perawat klinik.
dr Karis menuturkan, kejadian berawal ketika Nailil tiba di klinik pada Minggu (27/9) sekitar pukul 14.30 WIB untuk kerja sif sore. Karena belum ada pasien, ia bergabung dengan perawat dan bidan lainnya untuk membersihkan kamar rawat inap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban lupa mengunci setir motornya. Karena datangnya telat sehingga terburu-buru saat memarkir motornya. Dia langsung masuk, nyapa rekan kerja, taruh tas, ikut bersih-bersih kamar," kata dr Karis, Rabu (30/9/2026).
Sore itu sekitar pukul 14.55 WIB, 2 maling berhenti di depan Klinik Eka Medika. Salah satu pria turun, langsung menuju parkiran klinik. Sedangkan rekannya menunggu di atas sepeda motor Yamaha Vixion.
Pelaku langsung menghampiri motor milik Nailil. Dengan leluasa maling memutar motor matik ini ke arah jalan raya karena tidak dikunci setir. Ya, Klinik Eka Medika terletak di jalur Mojokerto ke Pasuruan. Tepatnya di Dusun Patung, Desa/Kecamatan Pungging.
Selanjutnya, pelaku menyalakan mesin (mode on) dengan kunci T. Pria bermasker ini lebih dulu mendorong motor korban ke jalan raya. Barulah ia menghidupkan mesin (start engine), lalu kabur ke timur atau arah Pasuruan. Dari rekaman CCTV terlihat aksi mereka kurang dari satu menit.
"Korban baru tahu motornya hilang sekitar jam 4 (16.00 WIB), saat dia jalan ke parkiran untuk kedua kalinya. Sore itu juga dia langsung melapor ke Polres Mojokerto," terang dr Karis.
Pencurian ini mengakibatkan perawat asal Desa Menanggal, Mojosari, Mojokerto itu rugi sekitar Rp 14 juta. Polisi pun bergegas ke Klinik Eka Medika untuk melakukan olah TKP. Menurut dr Karis, petugas menyita barang bukti rekaman CCTV, serta bukti kepemilikan sepeda motor Nailil berupa STNK, BPKB dan kuitansi pembelian.
Selain korban lupa tidak mengunci setir motornya, lanjut dr Karis, pencurian ini terjadi juga karena lemahnya keamanan Klinik Eka Medika. Ketika pelaku beraksi, hanya ada satu pegawai di meja pendaftaran. Pegawai tersebut sibuk mengerjakan administrasi sehingga tidak memerhatikan area parkir kendaraan.
Padahal, 4 motor perawat dan bidan klinik milik Eka Erfana ini raib diembat maling dalam beberapa tahun terakhir. Yaitu 2 motor Honda BeAT dan 2 motor Honda Scoopy milik Bidan Rini Hidayanti, Bidan Susan Mega, Bidan Elsa, serta Perawat Nailil. Belum lagi beberapa motor milik pasien yang juga kerap hilang.
"Dari klinik sendiri tidak ada sekuriti seperti klinik pada umumnya. Selain itu, seakan ada pembiaran, kami sudah lapor (ke polisi), mungkin para pencuri sudah paham kalau tidak diproses, sehingga di sini menjadi incaran para pencuri," jelasnya.
BaAT yang digasak maling beberapa hari lalu ternyata motor semata wayang Nailil. Sehingga untuk bekerja, korban harus diantar jemput kakaknya, atau naik ojek online dan Bus Transjatim. Perawat lulusan Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto itu baru sekitar 3 bulan bekerja di Klinik Eka Medika.
"Kasihan, dia (Nailil) tidak punya motor lagi. Kerja diantar jemput kakaknya. Kalau kakaknya kerja, dia naik ojol, kadang Bus Transjatim," ungkapnya.
Bidan Susan Mega pun menceritakan pengalaman pahitnya kehilangan motor BeAT di Klinik Eka Medika sekitar tahun 2017. Kala itu, klinik sedang ramai pasien. Ia meninggalkan klinik untuk merujuk pasien ke rumah sakit. Begitu kembali, motor yang ia pinjam dari saudaranya itu sudah lenyap.
"Saya ganti rugi saudara sekitar Rp 8-10 juta. Saat itu saya lapor ke Polsek Pungging. Tidak ada (perkembangan)," ujarnya.
Kanit Tipidum Satreskrim Polres Mojokerto, Ipda Putu Girindra Shandika Wardana membenarkan korban telah membuat laporan polisi. Pihaknya juga telah melakukan olah TKP sekaligus menggali keterangan dari sejumlah saksi di lokasi pencurian.
"Saat ini kami melakukan penyelidikan untuk profiling identitas pelaku dan mencari keterkaitan apabila ada TKP dengan pelaku yang sama berdasarkan modus serta ciri-ciri fisik yang ditarik dari alat bukti yang ada," tandasnya.
