Warga Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, mengaku jadi korban pemerasan oknum kepala desa serta perangkat saat kehilangan motor. Inspektorat Kabupaten Malang turun melakukan penyelidikan kebenaran dari kasus tersebut.
Plt Kepala Inspektorat Kabupaten Malang Arrie Hendrawan Mahardhieka mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan informasi adanya dugaan pemerasan warga yang diduga dilakukan oknum kepala desa tersebut.
Langkah prosedural tengah dilakukan dengan meminta keterangan pihak-pihak terkait.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah mengetahui hal itu dan saat ini sedang dikakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait," ujar Hendrawan saat dikonfirmasi, Sabtu (26/9/2026).
Hendrawan mengaku, proses klarifikasi dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. Langkah ini bertujuan untuk mengungkap fakta sekaligus kebenaran dari pengaduan masyarakat.
"Sesuai prosedur kita lakukan klarifikasi, dari mulai Camat hingga pemerintah desa," akunya.
Sejauh ini, Hendrawan menegaskan, belum dapat menarik kesimpulan seperti pengaduan yang disampaikan warga Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
"Proses sedang berjalan," tegasnya.
Dugaan pemerasan oknum kades serta perangkat desa juga menjadi sorotan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang.
Untuk saat ini DPMD menunggu proses hukum yang sudah berjalan di kepolisian. "Kita menunggu status hukum di kepolisian," kata Kepala DPMD Kabupaten Malang Nurcahyo terpisah.
Sebelumnya, Okta Ajeng Pangestu (25) warga Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang mengaku telah menjadi korban pemerasan oknum kepala desa sebesar Rp 1 juta.
Uang tersebut diminta sebagai tebusan dari motor milik orang tuanya yang hilang saat diparkir di area kebun pada 22 September 2026 lalu.
Okta sendiri telah melaporkan dugaan pemerasan ini ke Polres Malang. Kasi Humas Polres Malang AKP Budiono membenarkan adanya laporan tersebut.
"Betul bahwa korban telah melaporkan perkara pemerasan ke Polres Malang saat ini masih proses penyelidikan," ujar Budiono.
