Sosok Serda Ahmad yang Tewas Dianiaya 4 Senior gegara Salah Beli Mi

Sosok Serda Ahmad yang Tewas Dianiaya 4 Senior gegara Salah Beli Mi

Sugeng Hariyanto - detikJatim
Sabtu, 12 Sep 2026 19:00 WIB
Serda Ahmad bersama ayahnya.
Serda Ahmad bersama ayahnya. (Foto: Istimewa)
Magetan -

Prajurit TNI AU Serda Ahmad Muzammil Farisa tewas setelah diduga dianiaya empat seniornya. Penganiayaan itu diduga bermula dari kesalahan memenuhi pesanan mi kuah yang justru dibuat menjadi mi goreng.

Di balik kasus tersebut, Serda Ahmad Muzammil Farisa ternyata dikenal sebagai sosok yang religius dan memiliki jiwa sosial.

Hal itu terungkap saat perwakilan Mabes TNI AU, Kasubdis Kol Ariyanto, memberikan sambutan dalam pemberangkatan jenazah pada Jumat dini hari (11/9/2026). Dalam sambutannya, Ariyanto menyebut Serda Ahmad merupakan prajurit yang religius.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita semua tahu bahwa almarhum merupakan sosok yang selalu memulai salat subuh di asrama," ujar Kasubdis Kol Ariyanto dalam sambutannya, Jumat (11/9).

Menurut Ariyanto, TNI AU sangat kehilangan sosok prajurit yang menjadi panutan bagi anggota lainnya. Mabes TNI AU juga berduka atas meninggalnya Serda Ahmad Muzammil Farisa.

ADVERTISEMENT

"Kita semua sangat kehilangan. Almarhum orang yang baik," tandas Ariyanto.

Yuyun, salah satu tetangga almarhum, mengaku bahwa Serda Ahmad dan orang tuanya dikenal memiliki jiwa sosial. Selama ini, almarhum kerap membantu tetangga ketika ada kegiatan.

"Beliau orang baik berjiwa sosial. Sering membantu," tandas Yuyun.

Sementara itu, Toni Eko Prasetyo, ayah almarhum, menyampaikan bahwa informasi awal yang diterimanya menyebut Serda Ahmad meninggal akibat kecelakaan. Namun, ia kemudian mendapat informasi lain dari rekan almarhum yang menyebut putranya diduga menjadi korban penganiayaan senior.

"Pukul 04.00 WIB saya dihubungi bahwa anak saya meninggal dunia karena kecelakaan. Tapi ada teman lainnya menginfokan jika tidak kecelakaan tapi dianiaya senior," jelas Toni.

Menurut Toni, Serda Ahmad Muzammil Farisa baru berdinas sekitar satu tahun lebih. Jabatan terakhirnya sebagai Ba Adminu Urtu Subbagmin Bagum Setdis Dispeskau di Mabes TNI AU.

Alamat tugas almarhum berada di Mess Psikologi Galaxy, Jalan Kopatdara, Kompleks Skadron Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta yang diduga menjadi lokasi penganiayaan.



(ihc/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads