Jumlah korban penipuan modus kencan online di Madiun terus bertambah. Dari hasil pengembangan Satreskrim Polres Madiun, penyidik menemukan korban baru yang terjerat oleh pelaku yang sama, yakni AWN (28), warga Wonogiri, Jawa Tengah.
Kapolres Madiun AKBP Ridwan Maliki mengonfirmasi bahwa penambahan korban ini terungkap setelah jajarannya menindaklanjuti laporan awal dari seorang warga Kecamatan Saradan.
"Korban hasil pengembangan memang bertambah selain gadis warga Kecamatan Saradan selaku pelapor. Pelaku sama asal Wonogiri," kata Ridwan saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ridwan menjelaskan, para korban diketahui berasal dari empat wilayah berbeda. Tak hanya kerugian materiil, salah satu korban bahkan diketahui sempat mengirimkan video tanpa busana kepada pelaku.
"Infonya ada yang hingga kirim video tanpa busana," ujar Ridwan.
Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Agung Hartawan menuturkan, fakta tersebut terungkap saat polisi mengecek ponsel pelaku. Sebelum ditangkap, AWN sempat melarikan diri dan berpindah-pindah tempat tinggal.
"Kita ketahui dari file di ponsel pelaku bahwa ada video tanpa busana juga," tutur Agung.
Selain menyita ponsel pelaku, petugas mengamankan sisa uang hasil kejahatan sebesar Rp19,1 juta dari tangan tersangka sebagai barang bukti.
Sebelumnya, seorang wanita warga desa di Kecamatan Saradan, Madiun jadi korban penipuan lewat kencan online di media sosial. Wanita berinisial SH yang merupakan pegawai bank BUMN itu mengalami kerugian hingga Rp 31 juta lebih digondol pelaku berinisial AWN (28), warga Wonogiri ngaku pegawai BUMN yang ternyata seorang residivis curanmor.
Kapolres Madiun AKBP Ridwan Maliki mengatakan bahwa pria tersebut telah diringkus oleh Satreskrim Polres Madiun. Ridwan mengatakan bahwa penangkapan pelaku dilakukan polisi di Solo.
"Penangkapan tersangka berawal dari laporan korban asal Madiun yang mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Korban teperdaya oleh tipu muslihat pelaku yang berkenalan melalui aplikasi kencan Bumble," ujar Maliki kepada detikJatim, Kamis (3/9/2026).
Maliki mengatakan bahwa korban yang merupakan pegawai Bank BUMN itu, terpesona oleh bujuk rayu pelaku yang mengaku sebagai pegawai Bank BUMN di Solo. Kepada Polisi korban mengaku mentransfer uang kepada pelaku secara bertahap saat diminta.
"Uang total puluhan juta dari korban di transfer bertahap saat pelaku butuh uang dengan alasan kehabisan tabungan. Pelaku mengaku pegawai IT Bank," ungkap Maliki.
