Nama PT Indo Universia Multinasional mencuat dalam kasus dugaan penipuan beasiswa kedokteran ke China yang menyeret oknum kepala desa asal Banyuwangi berinisial AS (34). Perusahaan itu disebut menjanjikan beasiswa penuh S1 Kedokteran di Hainan, Tiongkok, kepada seorang anak warga Kota Malang.
Namun, saat ditelusuri di alamat yang tercantum, yakni Ruko Graha Anggrek Mas No. 26A, Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, tidak terlihat aktivitas operasional PT Indo Universia Multinasional.
Dari hasil pengecekan di lokasi, ruko tersebut diketahui digunakan oleh beberapa entitas usaha. Selain PT Indo Universia, terdapat sejumlah nama perusahaan atau badan usaha lain yang disebut menggunakan alamat yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heri (34), salah satu pegawai dari perusahaan lain yang berada di ruko tersebut mengatakan, tidak melihat adanya aktivitas pegawai PT Indo Universia yang rutin berkantor di lokasi.
"Kalau untuk PT Indo Universia, setahu saya tidak ada pegawainya yang setiap hari datang dan bekerja di sini. Kalau ada kegiatan biasanya hanya pada saat tertentu," ujar Heri kepada detikJatim saat ditemui di lokasi, Selasa (1/9/2026).
Menurut Heri, ruko tersebut mulai digunakan sekitar awal 2026. Sebelumnya, perusahaan-perusahaan yang menggunakan alamat tersebut disebut berada di lokasi lain.
"Di sini memang ada beberapa perusahaan. Untuk aktivitas sehari-hari, yang rutin di sini bukan dari PT Indo Universia," imbuhnya.
Heri juga menyebut aktivitas yang berkaitan dengan konsultasi pendidikan tidak terlihat berlangsung secara tatap muka di ruko tersebut. Informasi yang diperoleh, kegiatan konsultasi maupun pelayanan lebih banyak dilakukan secara online.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena PT Indo Universia disebut dalam kasus dugaan penipuan beasiswa yang dilaporkan seorang ibu rumah tangga berinisial IYW di Kota Malang.
Kasus itu bermula pada 18 Juni 2025. Anak korban berinisial MRR mendapatkan informasi mengenai program beasiswa "Kuliah Hebat" dari seorang guru di salah satu SMA Negeri di Kota Malang.
MRR kemudian menghubungi nomor kontak AS yang tercantum dalam brosur. Saat berkomunikasi melalui telepon, AS disebut meyakinkan korban bahwa program yang ditawarkan PT Indo Universia Multinasional dapat menjamin beasiswa penuh S1 Kedokteran di Hainan, Tiongkok.
Program tersebut disebut mencakup biaya kuliah, asrama, hingga uang saku dengan paket administrasi senilai Rp 150 juta. Korban kemudian melakukan pembayaran secara bertahap ke rekening BRI atas nama PT Indo Universia. Transfer pertama sebesar Rp 4 juta dilakukan pada 25 Juni 2025, kemudian Rp 11 juta pada 26 Juni dan Rp 35 juta pada 27 Juni.
Pada 3 Juli 2025, AS kembali mengirimkan dokumen pemberitahuan pendaftaran yang menggunakan kop surat universitas kedokteran di Hainan. Korban selanjutnya melunasi sisa biaya administrasi sebesar Rp 100 juta pada 28 Juli 2025.
