Selebgram Ratu Felisha mengakui pernah menerima tawaran endorse arisan online yang kini tengah diusut Polda Jatim. Namun, promosi tersebut dilakukan pada 2024 dan sudah cukup lama sehingga Ratu mengaku lupa nominal bayaran yang diterimanya.
Ratu mengatakan, endorse tersebut hanya dilakukan satu kali melalui timnya. Untuk memastikan nominal yang diterimanya, ia mengaku perlu mengecek kembali mutasi rekening karena tim yang menangani pekerjaan endorse tersebut juga sudah berganti.
Ratu memenuhi panggilan penyidik Ditressiber Polda Jatim terkait dugaan promosi atau endorse arisan online bodong pada Jumat (28/8/2026). Ia tiba di Gedung Ditressiber Polda Jatim sekitar pukul 09.30 WIB dengan didampingi seorang perempuan yang merupakan asistennya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ratu membenarkan pernah menerima tawaran endorse arisan online tersebut. Namun, ia mengaku tidak mengetahui jika arisan yang dipromosikannya kemudian bermasalah hingga masuk ke ranah pidana.
"Kalau di-endorse sih itu memang pernah, cuma karena udah lama jadi saya agak lupa, itu (tawaran) melalui tim saya sih. Jadi timnya mereka menghubungi tim saya, terus tim saya menginfokan ini ada tawaran endorse untuk mempromosikan arisan, gitu aja sih saya tahunya," ujarnya saat ditemui awak media di Gedung Ditressiber Polda Jatim, Jumat (28/8/2026).
Menurut Ratu, tawaran endorse itu diterima pada 2024. Ia menyebut hanya sekali mempromosikan arisan tersebut dengan materi berupa gabungan beberapa video dirinya dan kata-kata promosi.
"Kalau enggak salah 2024, 1 kali aja. Karena waktu itu endorse-nya itu kayak kita cuma menggabungkan beberapa video saya, terus ada promosi kata-kata, hanya itu aja sih. Kalau untuk nilai pastinya, nanti saya coba cek lagi," imbuhnya.
Sementara saat ditanya soal nominal bayaran endorse, Ratu belum bisa memastikannya karena kejadian tersebut sudah berlangsung sekitar dua tahun lalu. Ia berencana mengecek mutasi rekening untuk mengetahui kembali nilai pembayaran yang diterimanya.
"Nanti saya coba cek lagi, karena kan ini udah lama ya, jadi saya harus cek mutasi juga. Kebetulan tim saya juga udah berganti gitu, karena ini kan terima kerjanya di 2024. Udah, udah dibayar, untuk endorse-annya biasanya kita kalau terima endorse dari mereka menawarkan, kita buat video, kalau untuk mereka udah oke, mereka bayar baru kita posting," tutur wanita berusia 40 tahun itu.
Kepada wartawan, Ratu menegaskan dirinya merupakan selebgram, bukan artis. Ia juga mengaku baru mengetahui perkara arisan online tersebut setelah menerima surat panggilan dari polisi.
"Iya, betul (selebgram, bukan artis). Jujur sebetulnya saya belum tahu ini seperti apa, cuma kemarin kan sempat ada surat panggilan ke rumah saya. Itu sih katanya sih kasusnya yang penipuan online gitu," kata Ratu.
Ratu kemudian menjalani pemeriksaan oleh penyidik Subdit I Ditressiber Polda Jatim. Pemeriksaan dilakukan untuk menggali keterangan terkait keterlibatannya dalam promosi arisan online yang diduga bodong tersebut.
Sebelumnya, Polda Jatim memanggil sejumlah artis, selebgram, hingga TikTokers yang diduga pernah menerima tawaran promosi dari pihak yang menjalankan arisan online bodong.
Pemanggilan tersebut dilakukan dalam rangka pendalaman penyidikan kasus arisan online yang tengah ditangani Ditressiber Polda Jatim.
