Komplotan Pecah Kaca Mobil Banyuwangi Ditangkap, Pernah Beraksi di Malaysia

Komplotan Pecah Kaca Mobil Banyuwangi Ditangkap, Pernah Beraksi di Malaysia

Eka Rimawati - detikJatim
Kamis, 27 Agu 2026 12:45 WIB
Komplotan perampokan pecah kaca mobil di Banyuwangi
Komplotan perampokan pecah kaca mobil di Banyuwangi/Foto: Eka Rimawati/detikJatim
Banyuwangi -

Tim gabungan Polresta Banyuwangi dan Polresta Bukittinggi meringkus dua tersangka perampokan spesialis pecah kaca mobil nasabah bank yang sempat viral di Banyuwangi. Keduanya ditangkap di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 24 Agustus 2026 saat hendak melancarkan aksi berikutnya.

Kedua tersangka merupakan warga Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Mereka yakni Ari Said yang berperan sebagai eksekutor dan Alexandra sebagai pengawas situasi.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Rofiq Ripto Himawan mengatakan, penangkapan tersebut merupakan hasil pengembangan lintas daerah dari serangkaian aksi kejahatan di wilayah Jawa Timur, khususnya Tapal Kuda, dan Jabodetabek.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Runtutan peristiwa ini kita pelajari dari alat bukti di lapangan. Setelah mengerucut, kami berkoordinasi dengan Polresta Bukittinggi untuk menangkap pelaku yang bermobilitas tinggi," ujar Kombes Rofiq, Kamis (27/8/2026).

ADVERTISEMENT

Rofiq mengatakan, berdasarkan analisis digital forensik terhadap alat komunikasi dan transaksi keuangan, kelompok residivis tersebut diduga tidak hanya beraksi di Indonesia, tetapi juga di Malaysia.

Rofiq merinci, rekam jejak aksi kedua tersangka di sejumlah wilayah. Di Jawa Timur, jaringan tersebut tercatat beraksi di Jember pada November 2025, Situbondo pada Januari 2026, Kota Pasuruan pada Februari 2026, dan Banyuwangi pada 18 Mei 2026.

Sementara di Malaysia, polisi menemukan enam lokasi yang diduga menjadi tempat aksi, yakni Johor Bahru, Sarikei, Bintulu, Sibu, dan Kuching.

Kedua tersangka juga tercatat pernah divonis di Pengadilan Negeri Depok pada 2017 dan 2021 terkait tiga kasus perampokan di wilayah Jabodetabek.

Saat beraksi di Malaysia, para pelaku disebut kerap berpindah pulau dan negara. Mereka juga membuang gawai untuk mengelabui petugas.

Polisi masih melakukan pengembangan terhadap jaringan tersebut, termasuk mendalami kemungkinan adanya lokasi lain yang menjadi sasaran aksi para tersangka.



(erm/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads