Pelukan Hangat Ibu hingga Pecah Tangis Mahasiswi Lahiran Sendiri di Kos

Round Up

Pelukan Hangat Ibu hingga Pecah Tangis Mahasiswi Lahiran Sendiri di Kos

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Senin, 24 Agu 2026 06:00 WIB
Mahasiswi melahirkan sendiri di kos menangis saat bertemu ibu
Mahasiswi melahirkan sendiri di kos menangis saat bertemu ibu/Foto: Tangkapan layar
Surabaya -

Tangis pecah di ruang tahanan Polrestabes Surabaya saat ALSU (24), mahasiswi asal Temanggung, Jawa Tengah, dipertemukan dengan ibunya. Mengenakan baju tahanan oranye dengan tangan terborgol, ALSU memeluk sang ibu dan membisikkan permintaan maaf setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus bayi yang dilahirkannya seorang diri di kamar kos hingga meninggal dunia.

Sang ibu tak kuasa menahan tangis dan langsung memeluk anaknya. Alih-alih meminta ALSU kembali menjelaskan persoalan yang menjeratnya, sang ibu justru mengatakan telah memaafkan anaknya. Pertemuan itu diberikan Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan meski waktu besuk telah berakhir.

"Udah minta maaf belum? Yaudah sana suruh ketemu bapak ibunya untuk minta maaf," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie dalam video yang diunggah di Instagram pribadinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Luthfie mengatakan, waktu besuk sebenarnya sudah berakhir karena pertemuan berlangsung pada malam hari. Namun, dia memberikan kesempatan kepada ALSU untuk bertemu orang tuanya.

ADVERTISEMENT

"Sebelumnya nggak boleh besuk kalau udah Magrib, tapi nggak apa saya kasih kesempatan biar dia ketemu orang tuanya, biar minta maaf," imbuhnya.

Kasubnit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Landep Tri Wulansari juga menyampaikan kepada ibu ALSU bahwa pertemuan tersebut diberikan agar sang anak dapat menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

"Sebenarnya ini sudah malam, tapi pertimbangan Pak Kapolres ibu masih diizinkan ketemu anaknya, anaknya ibu diberi kesempatan untuk minta maaf sepenuh hati sama ibuk," ujar Wulansari.

ALSU kemudian mendatangi sang ibu dengan mengenakan baju tahanan oranye dan tangan terborgol. Sang ibu langsung memeluk anaknya, sementara keduanya menangis dalam pertemuan tersebut.

Di dekapan ibunya, ALSU membisikkan permintaan maaf. Namun, sang ibu mengatakan dirinya telah memaafkan anaknya.

"Tidak perlu minta maaf, ibu sudah maafkan," kata ibu ALSU.

Kasus yang menjerat ALSU bermula pada Rabu (5/8/2026). Saat itu, ALSU yang tinggal sendiri di kamar kos kawasan Gubeng Kertajaya, Surabaya, melahirkan seorang diri.

ALSU diketahui merupakan mahasiswi jurusan vokasi paramedik veteriner. Kedua orang tuanya tinggal di Jawa Tengah, sedangkan ALSU selama ini tinggal di Surabaya untuk menempuh pendidikan.

Dalam percakapan dengan Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan, ALSU menyebut bayinya lahir sekitar pukul 02.00 WIB.

"Jam 2 itu keluar," jawab mahasiswi tersebut.

Setelah bayi lahir, ALSU mengaku memotong ari-ari menggunakan gunting bedah yang dimilikinya. Alat tersebut disebut berkaitan dengan jurusan yang ditempuhnya.

"Iya, ari-arinya tak potong pakai gunting bedah. Ari-arinya tak masukin ke kresek," jawabnya.

Ketika ditanya mengenai alasan memiliki gunting bedah, ALSU menjelaskan latar belakang pendidikannya.

"Jurusannya vokasi ndan, paramedic veteriner. Ari-arinya tak masukin ke kresek," jawab mahasiswa tersebut.

Polisi kemudian mengamankan sejumlah barang dari kamar kos ALSU, di antaranya seprai, karpet bulu yang diduga digunakan sebagai alas melahirkan, serta satu kotak gunting bedah.

Polisi menyebut, bayi tersebut meninggal akibat gagal napas dan dehidrasi setelah sempat dibiarkan di lantai kamar. Kondisi bayi kemudian diketahui pemilik kos yang mendengar suara bayi dari kamar ALSU.

Kasubnit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Landep Tri Wulansari mengatakan proses persalinan berlangsung setelah ALSU mengalami mulas dan air ketuban keluar.

"Jam 08.00 WIB pagi mules baringan aja, siang itu keluar air ketuban itu. Akhirnya bayi itu keluar dibiarkan di lantai (meninggalnya) gagal nafas dan dehidrasi," beber Wulan.

Pada pagi harinya, pemilik kos berinisial IA (52) mendengar suara bayi dari kamar ALSU. IA kemudian mengetuk pintu, tetapi tidak mendapat respons.

Karena pintu kamar terkunci dari dalam, IA bersama saksi berinisial TSW kemudian berusaha membuka pintu secara paksa. Setelah pintu terbuka, keduanya menemukan ALSU bersama bayinya di dalam kamar.

"Besok paginya itu ibu kosnya mendengar (suara) bayi, akhirnya diketok-ketok dia nggak mau bukain pintu. Ahirnya dijebol kamar itu, tidak ada karpet, dibungkus pakai sprei itu menggigil. Bayinya meninggal dua jam sebelum sampai ke rumah sakit," imbuh Wulan.

ALSU dan bayinya kemudian dibawa ke RSUD Haji Surabaya untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, bayi tersebut dinyatakan meninggal dunia sekitar dua jam sebelum tiba di rumah sakit, sedangkan ALSU sempat ditemukan dalam kondisi pingsan.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi menetapkan ALSU sebagai tersangka dalam kasus meninggalnya bayi tersebut. Penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum, saat, dan setelah proses persalinan.

ALSU terancam dijerat Pasal 460 ayat (1) KUHP dan/atau Pasal 80 ayat (3) dan (4) juncto Pasal 76C UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Proses hukum terhadap ALSU tetap berjalan meski polisi masih mendalami sejumlah hal dalam perkara tersebut.

Dalam percakapan dengan Luthfie, ALSU juga mengungkapkan mengenai pria yang disebut sebagai pacarnya. Dia mengatakan hubungan tersebut baru berjalan sekitar satu bulan.

"Baru sebulan," jawab mahasiswa tersebut.

Namun, komunikasi keduanya disebut telah terputus sejak Juni 2026. ALSU juga mengatakan pacarnya tidak ingin bertemu lagi dengannya usai tahu ia hamil.

"Udah ga komunikasi sejak bulan Juni," ungkapnya.

"Udah gak pengen ketemu lagi," sambungnya.

ALSU mengaku tidak pernah membicarakan persoalan tanggung jawab dengan pria tersebut karena komunikasi di antara mereka tidak berjalan dengan baik.

"Ngomongin tentang tanggung jawab gitu enggak, nggak komunikatif gitu," imbuh mahasiswa tersebut.

ALSU diketahui tinggal sendiri di Surabaya, sementara kedua orang tuanya berada di Jawa Tengah.

"Di sini saya ngekos, orang tua di jawa Tengah," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Lansia Disekap Pacar Anak Selama Setahun, Harta Rp 2 M Dikuras"
[Gambas:Video 20detik] (auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads