Karyawati restoran makanan Korea di Surabaya MAD (28) mengaku jadi korban pemerkosaan bosnya sendiri, SSY (64) berkali-kali. Korban mengaku tak berdaya karena menerima berbagai ancaman dari bosnya tersebut.
Dalam pengakuannya, korban mengaku awal diperkosa sejak 12 Maret 2026 dengan modus diajak pesta minuman keras bersama teman pelaku. Saat mabuk itu lah ia kemudian diperkosa di hotel.
Setelah kejadian itu, korban lantas sering dipanggil ke ruangan pelaku saat di resto. Korban sendiri bekerja sebagai sekretaris restoran tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban lantas menuruti kemauan pelaku karena ketakutan. Usai restoran tutup, pelaku menjemput korban untuk diajak ke rumahnya yang berada di kawasan Wiyung. Di sana pemerkosaan itu kembali terulang.
Korban mengaku tak berdaya karena harus menerima berbagai ancaman mulai ia dan keluarganya akan dibunuh, dipecat bahkan gajinya tak dicairkan.
"Saya ketakutan. Takut keluarga saya dibunuh atau saya yang dibunuh. Karena beberapa kali itu saya ngerasa ada orang yang mengikuti saya. Saya menuruti dia karena di bawah tekanan ancaman," terangnya.
Kekerasan seksual itu terjadi berulang hingga 21 Mei 2026. Awalnya, pelaku biasanya mencekoki korban dengan miras.
"Saya sempat agak lega pada 21 Mei sampai 2 Juni pelaku meninggalkan Indonesia dan pergi ke Korea. Waktu dia di Korea, kalau saya belum pulang itu langsung di chat ditanya dimana. Kalau gak cepet pulang keluarga saya mau dikirimi tukang pukul," ceritanya.
Sekitar 2 Juni hingga 24 Juli, pelaku kembali ke Indonesia. Dari sana, kekerasan seksual kembali terjadi berulang.
Sebelumnya, seorang karyawan perempuan restoran makanan Korea di kawasan Jalan Mayjen HR Muhammad berinisial MAD (28) diduga jadi korban kekerasan seksual. Tindakan itu disebut dilakukan oleh SSY (64), sang pemilik restoran.
