Bos Resto Korea Dilaporkan Perkosa Karyawan di Surabaya Diduga Kabur

Bos Resto Korea Dilaporkan Perkosa Karyawan di Surabaya Diduga Kabur

Aprilia Devi - detikJatim
Jumat, 21 Agu 2026 15:18 WIB
poster
Ilustrasi. (Foto: Edi Wahyono)
Surabaya -

Pemilik restoran Korea di kawasan Jalan Mayjen HR Muhammad berinisial SSY (64) disebut kabur. Sebelumnya, ia diduga melakukan kekerasan seksual kepada karyawannya.

Kuasa hukum korban, Vena Naftalia mengatakan bahwa terduga pelaku saat ini tidak berada di Surabaya.

"Betul (kabur). Tetapi informasinya sudah ada pencekalan (sehingga pelaku tidak bisa kabur ke luar negeri). Polrestabes Surabaya sudah menginformasikan," kata Vena saat dihubungi detikJatim, Jumat (21/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak kepolisian disebut berkoordinasi dengan imigrasi agar terduga pelaku tak melarikan diri dari Indonesia.

"Jadi kalau sampai pelaku ini bisa keluar dari Indonesia, ya tanda tanya besar siapa yang meloloskan. Gitu aja kan?" Katanya.

ADVERTISEMENT

Sedangkan terkait kondisi terkini korban, Vena mengungkapkan bahwa para korban telah mendapatkan pendampingan dari psikolog.

"Saya berharap mental korban baik-baik saja ya, karena semalam saya sempat koordinasi sama psikolog, untuk mental health-nya," ungkapnya.

Selain itu, korban juga disebut lebih dari satu orang. ada beberapa korban lain yang jumlahnya sekitar 3-4 orang lain menghubunginya.

"Jadi kalau dibilang sebenarnya (korbannya) banyak. Ada beberapa yang DM (menghubungi) itu menyatakan modusnya sama. Diajak minum (alkohol), terus ditekan-tekan, terus kalau enggak mau atau berontak langsung dipecat," bebernya.

Vena menyebut beberapa korban adalah karyawan maupun orang yang pernah bekerja untuk SSY (64). Mereka bukan hanya yang bekerja di restoran Korea kawasan Jalan Mayjen HR Muhammad.

"(Korban) ART itu kerja di rumah. Tapi banyak korban-korbannya itu malah yang melapor itu adalah justru pegawai-pegawainya dulu. Ada yang personal asistennya, ada yang dulu jadi penerjemahnya," tuturnya.

Diketahui, seorang karyawan restoran Korea di kawasan Jalan Mayjen HR Muhammad perempuan berinisial MAD (28) diduga jadi korban kekerasan seksual. Tindakan itu disebut dilakukan oleh SSY (64), sang pemilik restoran.

Ia mengaku mengalami kekerasan seksual berulang kali dalam rentang waktu beberapa bulan hingga sempat berpikir ingin mengakhiri hidupnya.

"Saya sudah mau bunuh diri waktu itu, sampai kapan saya sayang sama anak-anak, tapi saya juga harus sayang sama diri saya," ungkapnya.

Selain MAD (28), ada pula asisten rumah tangga (ART) berinisial SUF (24) yang turut menjadi korban. Dua orang tersebut telah melapor ke Polrestabes Surabaya.

Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya Kompol Melatisari menyebut saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.

"Proses njeh (ya)," ujar Melatisari saat dikonfirmasi detikJatim, Jumat (21/8/2026).



(abq/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads