Yuda Guru Triangono (30), pengemudi ojok online (ojol) diamankan karena melempar dua pos polisi (pospol) di Margorejo dan Bundaran Waru. Dalam pengakuannya, ia melakukannya aksinya karena terinspirasi dari game PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG)
Dalam pengakuannya di video yang diunggah akun Instagram @luthfie.daily ia mengaku melakukan aksinya karena terinspirasi dari game. Hal ini disampikan saat diinterogasi langsung Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan.
Awalnya Luthfie menanyakan bahan molotov yang digunakan. Pelaku lantas menjawab bahwa molotov buatannya dari botol kaca bekas minuman berenergi. Ia kemudian mengisi botol tersebut dengan bensin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luthfie selanjutnya mengaku heran dengan lemparan molotov pelaku yang mampu memecahkan kaca jendela pos polisi. Namun pelaku mengaku satu lemparannya meleset.
"Nggak, sing siji gak tembus (nggak, yang satu nggak tembus)," timpal Yuda dalam video yang dilihat detikJatim, Rabu (19/8/2026).
"Sing siji disumet (yang satu dinyalain)," ujar Yuda sambil mempergakan melempar molotov.
"Kayak game PUBG loh, pak," imbuh Yuda.
Yuda lantas mengaku perbuatannya itu dikarena kesal pernah ditilang polisi. Sementara ada pengendara motor lain tidak ditilang karena diduga mengalami gangguan jiwa.
Informasi itu, Yuda dapat saat mendengar di sebuah siaran radio. Karena hal itu, ia merasa kesal dan merencanakan menyerang pos polisi. Namun aksinya itu terungkap karena terekam kamera CCRTV dan keterangan saksi di lokasi.
Tak lama, Yuda kemudian diringkus dan dikeler ke Polrestabes Surabaya tak lama setelah kejadian. Dalam video, Yuda tampak santai bahkan sempat menawar kepada Luthfie agar dirinya dibebaskan.
"Dicekel opo gak iki, di sel opo gak? (ditangkap apa nggak ini? di sel apa nggak?)," ujar Yuda kepada Luthfie.
Sebelumnya, dua pos polisi di Jalan Ahmad Yani, Margorejo dan Bundaran Waru, Kota Surabaya jadi sasaran pelemparan bom molotov pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Akibat insiden tersebut satu personel polisi dilaporkan terluka.
Petugas pos perlintasan kereta api Margorejo, Yudi, mengungkapkan bahwa aksi tersebut diduga dilakukan oleh seorang pria berbusana serba hitam yang mengendarai sepeda motor bebek.
Menurutnya, saat itu pelaku sempat berhenti sejenak di depan pos, menyulutkan api, lalu melempar benda yang diduga molotov lalu melarikan diri.
"Nggak jelas kelihatan, naik motor setahu saya cuma satu orang. Ngelempar sesuatu keluar api kecil. Tahu-tahu sudah ada api," ujar Yudi di lokasi kejadian.
