Terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial SA meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RS Bhayangkara Surabaya. SA sebelumnya ditemukan dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri setelah diamankan massa yang menduga dirinya sebagai pelaku pencurian sepeda motor.
Kanit Reskrim Polsek Wonokromo AKP Jodi Satya mengatakan SA, meninggal dunia pada Senin (17/8/2026) malam. Terduga pelaku disebut mengalami pendarahan berat akibat luka luar dan dalam yang dideritanya.
"Benar (terduga pelaku tewas saat perawatan), 21.51 WIB (17/8/2026)," kata Jodi saat dikonfirmasi detikJatim, Selasa (18/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jodi menjelaskan, SA sempat mendapat pertolongan medis setelah dibawa petugas ke rumah sakit. Namun, kondisinya sudah kritis saat tiba untuk menjalani perawatan.
"Luka luar dan dalam juga, udah kritis pokoknya tuh kemarin itu. Anggota piket langsung bawa ke rumah sakit, udah kritis gitu," ujarnya.
Kasus tersebut bermula pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 14.21 WIB. Saat itu, petugas piket Polsek Wonokromo menerima informasi dari Polrestabes Surabaya mengenai adanya terduga pelaku pencurian sepeda motor yang diamankan massa.
Petugas kemudian mendatangi lokasi di Jalan Jagir Wonokromo 136, Surabaya. Setibanya di lokasi, polisi menemukan sepeda motor Honda Beat warna putih-merah tahun 2015 dengan stiker hijau milik korban berinisial J tergeletak di lokasi.
Kondisi lubang kunci kontak sepeda motor tersebut dilaporkan rusak. Sekitar 30 meter dari lokasi sepeda motor, petugas menemukan seorang pria tergeletak dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Pria tersebut diketahui berinisial SA dan diduga merupakan pelaku pencurian sepeda motor. Petugas kemudian membawa SA ke RS Bhayangkara Surabaya sekitar pukul 14.30 WIB untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, setelah menjalani perawatan selama beberapa jam, SA dinyatakan meninggal dunia pada Senin malam. Jodi menyebut jenazah SA telah dibawa oleh pihak keluarga.
