Polisi akhirnya mengungkapkan sosok pelaku pelempar bom molotov di pos polisi di Jalan A Yani Mragorejo dan Bundaran Waru, Surabaya. Pelaku tak lain adalah seorang driver ojek online (ojol) berusia 30 tahun.
Dalam video yang diunggah di akun Instagram @luthfie.daily milik Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan yang dilihat detikJatim. Pelaku tampak mengenakan baju motif kotak-kotak hitam putih dan celana hitam.
Ia tampak santai saat disapa dan berbincang dengan Luthfie. Awalnya ia mengaku sebagai driver ojol. Pelaku mengaku membuat bom molotov dari botol kaca bekas mnuman berenergi dan diisi dengan bensin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pakai bensin apa solar," tanya Luthfie lantas dijawab pelaku dengan bensin.
Pelaku mengaku melempar dua molotov ke pos polisi, namun lemparan yang satunya tak membuat kaca pos pecah. "Sing siji gak tembus, melengsih (yang satu gak tembus, meleset)," uajr pelaku.
Dalam video berdurasi 2 menit itu, petugas yang melakukan olah TKP dan penyelidikan, menyebut pelaku sebenarnya sudah mengincar sejak 2 hari. Hal ini terlihat dari rekaman CCTV.
Pelaku bahkan sempat menantang dengan sengaja memperlihatkan wajahnya sambil merokok ke arah kamera CCTV. Selain dari rekaman CCTV, pelaku juga ditelusuri dari keterangan saksi terutama petugas pelintasan KA di Margorejo.
Sebelumnya, dua pos polisi di Jalan Ahmad Yani, Margorejo dan Bundaran Waru, Kota Surabaya jadi sasaran pelemparan bom molotov. Aksi ini terjadi pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
Petugas pos perlintasan kereta api Margorejo, Yudi, mengungkapkan bahwa aksi tersebut diduga dilakukan oleh seorang pria berbusana serba hitam yang mengendarai sepeda motor bebek.
Menurutnya, saat itu pelaku sempat berhenti sejenak di depan pos, menyulutkan api, dan melempar benda yang diduga molotov lalu melarikan diri.
"Nggak jelas kelihatan, naik motor setahu saya cuma satu orang. Ngelempar sesuatu keluar api kecil. Tahu-tahu sudah ada api," ujar Yudi di lokasi kejadian.
