MR, perempuan yang dituding sebagai perebut laki orang (pelakor), akhirnya buka suara setelah menjadi korban pengeroyokan sejumlah emak-emak di Desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang, Sampang.
Dalam kejadian itu, MR mengaku ditampar, dijambak hingga wajah dan bagian kemaluannya dilumuri bubuk cabai. Kuasa hukum MR, Ahmad Bahri mengatakan, kliennya kini telah resmi melaporkan dugaan pengeroyokan tersebut kepada polisi.
Kejadian ini bermula saat kliennya sedang bekerja di sebuah kafe pada Senin (10/8/2026). Terduga pelaku berinisial H (29), yang merupakan istri dari manajer kafe tempat MR bekerja, kemudian datang menjemput korban dengan alasan mengajaknya makan rujak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengaku awalnya dijemput dari kafe tempatnya bekerja dengan dalih diajak makan rujak, tetapi justru dibawa ke sebuah rumah praktik bidan dan menjadi sasaran penganiayaan.
MR kemudian dibonceng H menuju sebuah rumah praktik bidan di Dusun Tetean, Desa Bira Barat. Lokasi tersebut berjarak sekitar 2 kilometer dari kafe tempat korban bekerja.
Kuasa hukum MR, Ahmad Bahri mengatakan, saat itu, MR disebut langsung ditanya mengenai kedekatannya dengan suami H. Kepada H, MR mengakui pernah memiliki hubungan dengan pria tersebut, tetapi menurut pengakuannya, hubungan itu hanya sebatas komunikasi melalui pesan.
"Korban ditanya sejauh mana hubungannya dengan suami pelaku (H), ia pun mengakui pernah ada hubungan tapi hubungannya itu hanya sekedar chat biasa tanpa ada hubungan lain," ujar Bahri, Jumat (14/8/2026).
MR juga mengaku telah menjelaskan bahwa hubungannya dengan pria tersebut telah berakhir sekitar dua bulan sebelumnya. Namun, penjelasan itu disebut tidak membuat H percaya sehingga situasi kemudian berubah menjadi kekerasan.
"Ia pun telah menegaskan jika hubungan dengan suaminya itu sudah berakhir dua bulan lalu," imbuhnya.
MR pun menyesal telah mengikuti ajakan makan rujak itu. Awalnya, MR tak sedikitpun menaruh curiga.
"Karena korban itu mengenal pelaku, tanpa rasa curiga dia tidak menolak ajakan pelaku untuk rujakan," kata Bahri.
Bahri mengatakan, di sana MR ditampar dan dijambak. Beberapa perempuan lain yang berada di lokasi juga disebut ikut memojokkan korban, sementara salah satu dari mereka merekam kejadian tersebut hingga videonya kemudian beredar di media sosial dan sejumlah grup WhatsApp.
"Ada enam orang yang ada di TKP waktu itu, tapi ada empat orang yang aktif membantu," tandasnya.
Dalam video yang dilihat detikJatim pada Rabu (12/8/2026), MR tampak terkapar di lantai saat seorang perempuan menjambak rambutnya dan perempuan lainnya memegangi tangannya. Korban terlihat terus meronta dan meminta agar pengeroyokan dihentikan.
MR juga terdengar meminta maaf kepada para perempuan yang mengeroyoknya.
"Ambueh ongkok la mi saporanah jek bengkangih engkok mi (Mau berhenti saya Bu. Minta maaf saya Bu)," salah satu kalimat yang diucapkan perempuan dituding pelakor itu, dilihat detikJatim, Rabu (12/8/2026).
Dalam rekaman tersebut, seorang perempuan lainnya terdengar menyinggung pria yang disebut telah memiliki istri dan anak. Perempuan itu kemudian menyebut MR sebagai pelakor.
"Je'la taoh Andik bineh, Andi anak makgik eterrossagih, lakar la pelakor (Sudah tahu kalau sudah punya istri, punya anak kok ya diteruskan, memang pelakor)," sahut salah satu perempuan yang turut menjadikannya bulan-bulanan.
Penganiayaan dalam video tersebut kemudian semakin brutal. Seorang perempuan berbaju biru terlihat terus menyerang MR yang sudah terkulai di lantai, bahkan berusaha membuka celana dalam korban meski MR terus meronta dan meminta maaf.
Perempuan tersebut kemudian tampak melumuri wajah MR dengan bubuk cabai, termasuk bagian kemaluannya. MR nyaris diseret keluar dari lokasi sebelum sejumlah warga datang dan melerai aksi tersebut.
Seorang laki-laki berbaju kuning yang diduga suami salah satu perempuan dalam video juga terlihat berusaha menghalangi perempuan yang sedang menjambak rambut MR.
Atas kejadian tersebut, MR kini telah resmi melaporkan dugaan pengeroyokan dan penganiayaan itu kepada polisi.
