Masih Gelap Jejak Erlan Terduga Pembunuh Sekdin PRKP Bangkalan

Masih Gelap Jejak Erlan Terduga Pembunuh Sekdin PRKP Bangkalan

Suparno - detikJatim
Kamis, 06 Agu 2026 19:30 WIB
Erlan, terduga pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas PRKP Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati
Erlan, terduga pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas PRKP Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati/Foto: Dok. Istimewa
Sidoarjo -

Lebih dari satu bulan setelah kasus kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), namun keberadaan Erlan yang diduga terlibat dalam perkara tersebut masih belum diketahui jejaknya.

Pihak keluarga korban berharap, aparat kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap Erlan. Harapan itu disampaikan lantaran kasus tersebut telah menjadi perhatian masyarakat luas dan melibatkan sejumlah institusi penegak hukum.

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya mengatakan, hingga 5 Agustus 2026, Erlan masih belum berhasil ditemukan. Menurutnya, sejumlah informasi mengenai keberadaan pria tersebut sempat muncul, tetapi belum membuahkan hasil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Informasi yang kami terima, jejaknya pernah mengarah ke beberapa wilayah, seperti Tasikmalaya, Jawa Tengah, Bali, hingga Jakarta. Namun, saat dilakukan penelusuran, hasilnya selalu nihil," kata Risang kepada detikJatim melalui telepon selulernya, Kamis (6/8/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, kepolisian dari berbagai tingkatan telah terlibat dalam proses pencarian, mulai dari Polresta Sidoarjo, Polda Jawa Timur, hingga Bareskrim Polri. Bahkan, informasi akurat mengenai keberadaan Erlan juga disebut telah diberi imbalan berupa sayembara.

Menurut Risang, keluarga korban menduga ada pihak lain yang membantu Erlan selama menjalani pelarian. Sebab, pihak keluarga menilai kecil kemungkinan seseorang mampu bertahan dalam pelarian selama berbulan-bulan tanpa dukungan dari pihak lain.

"Kami menduga ada pihak yang membantu menyembunyikan keberadaannya. Dugaan yang paling kuat mengarah kepada orang-orang terdekatnya," ujarnya.

Risang menambahkan, hingga kini belum ada petunjuk yang mengarah pada dugaan perubahan identitas maupun tindakan lain yang dapat menghilangkan jejak pelarian secara permanen. Namun, ia menduga Erlan memiliki kemampuan untuk memutus jalur komunikasi dan berpindah tempat dengan cepat.

"Kemungkinan yang terjadi adalah yang bersangkutan sangat cerdik dalam mengatur pola pergerakannya, ditambah adanya dugaan bantuan dari pihak tertentu," imbuhnya.

Peristiwa tersebut bermula ketika mobil dinas milik korban terekam kamera pengawas memasuki area parkir Terminal 1 Bandara Juanda pada Sabtu, 20 Juni 2026. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh seorang pria yang mengenakan masker.

Pada hari yang sama, korban terakhir kali berkomunikasi dengan keluarganya. Empat hari kemudian, tepatnya pada 24 Juni 2026, jasad korban ditemukan dalam kondisi telah membusuk di dalam mobil yang terparkir di kawasan bandara.

Meski demikian, Risang menegaskan seluruh dugaan yang berkembang saat ini masih harus dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Hingga kini, keluarga korban masih menunggu perkembangan terbaru terkait pencarian Erlan.

Seperti diberitakan, seorang wanita ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Toyota Kijang Innova berpelat merah yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Rabu (24/6/2026). Informasi yang dihimpun, ditemukan darah mengalir di sekitar mobil tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil tersebut diketahui telah masuk ke area parkir Terminal 1 Bandara Juanda sejak Sabtu (20/6/2026). Dari data parkir, kendaraan itu belum pernah keluar hingga akhirnya ditemukan seorang perempuan dalam kondisi meninggal dunia di dalamnya.



(abq/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads