Kisah pilu menimpa seorang remaja perempuan di Kabupaten Sampang, Madura. Di usianya yang masih 15 tahun, ia menjadi korban pemerkosaan oleh 27 pria.
Anggota DPRD Jatim yang juga legislator asal Madura, Nurul Huda menyebut kasus ini sebagai kejahatan besar yang terjadi di wilayah Madura.
"Ini merupakan kejahatan besar, dan sangat serius. Kejadian ini harus ditanggapi dengan serius, peristiwa seperti ini tidak hanya meninggalkan luka fisik tapi juga dapat menimbulkan trauma psikologis yang mendalam bagi korban," katanya Huda saat dikonfirmasi detikJatim, Sabtu (11/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Huda mengaku prihatin atas kasus yang terjadi di Sampang tersebut. Apalagi, korbannya masih anak-anak dan pelakunya mencapai puluhan.
"Korban kekerasan seksual terlebih yang masih berusia anak berisiko mengalami gangguan kecemasan, ketakutan yang berkepanjangan, sulit mempercayai orang lain, depresi, mimpi buruk hingga gangguan stres pasca trauma," jelasnya.
"Kami minta dinas-dinas terkait untuk terus memberikan pendampingan khusus ke korban. Pendampingan yang super ekstra, karena ini bukan perkara kecil, ini masalah besar dan berdampak pada anak," tambahnya.
Politikus asal PPP ini berharap semua pihak mendukung penuh kepolisian untuk menuntaskan kasus tersebut. Terlebih, proses penangkapan terhadap pelaku saat ini terus berlangsung dan masih ada belasan pelaku yang buron.
Huda berharap semua pelaku diberi hukuman semaksimal mungkin agar ada efek jera ke depannya.
"Karena ini lagi-lagi saya mengatakan, merupakan kejahatan yang sangat serius dan saya atas nama pribadi memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap Polres Kabupaten Sampang yang hari ini sudah mengungkap kejahatan yang sangat serius ini," katanya.
"Hukuman seberat-beratnya kepada pelaku, hukuman paling maksimal," tandas anggota Komisi D DPRD Jatim ini.
