Kata Mertua Bripka Agus Pembunuh Mahasiswa UMM: Sopan tapi Hatinya Busuk

Kata Mertua Bripka Agus Pembunuh Mahasiswa UMM: Sopan tapi Hatinya Busuk

Muhammad Aminudin - detikJatim
Rabu, 08 Jul 2026 18:15 WIB
Haji Ramelan, ayah Faradila Amalia Najwa (23), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
Haji Ramelan, ayah Faradila Amalia Najwa (23), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) (Foto: Muhammad Aminudin.detikJatim)
Malang -

Haji Ramelan, ayah Faradila Amalia Najwa (23), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang dibunuh kakak iparnya Bripka Agus Sulaiman hadir di Pengadilan Negeri Malang. Ramelan menuturkan Bripka Agus memang ingin menguasai hartanya sejak dahulu.

Hal itu diceritakan Ramelan ayah Faradila di sela menghadiri persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi yang digelar di Pengadilan Negeri Malang Klas IA, Rabu (8/7/2026).

Ramelan menceritakan bagaimana anak keduanya menikah dengan Bripka Agus. Ia bersama istrinya sempat tinggal satu rumah dengan mereka. Mereka tinggal sekitar 3,5 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun masalah kemudian muncul saat Bripka Agus bertikai dengan istrinya yang sekaligus anak keduanya atau kakak Faradila. Ia menyebut pertengkaran itu diduga karena Bripka Agus hendak menguasai hartanya.

Sejak saat itu, lanjut Ramelan, ia mengaku selalu was-was sewaktu-waktu dihabisi oleh Bripka Agus dengan racun.

ADVERTISEMENT

"Pernah bertengkar dengan anak saya. Nah sejak saat itu, ada yang berubah," beber Ramelan.

Perubahan yang dimaksud Ramelan adalah perilaku Bripka Agus yang diyakini seakan ingin mengguna-guna keluarganya. Tuduhan itu muncul karena Ramelan beberapa kali menemukan barang-barang yang mengarah kepada klenik atau perdukunan di dalam rumahnya.

"Banyak saya temukan foto istri saya, ada sesajen, kemenyan. Terus ada air putih yang kemudian diminta untuk diminum kami sekeluarga," ujar Ramelan.

Bukan hanya itu, Ramelan juga menemukan barang-barang mengarah perdukunan yang sengaja ditanam Bripka Agus dibalik ubin rumahnya.

"Ada yang ditanam di bawah lantai, kamar. Hampir seisi rumah, nggak tahu maksudnya apa. Tapi saya merasa tidak nyaman dengan itu," katanya.

Ramelan kemudian memutuskan untuk mendirikan rumah sendiri yang jaraknya hanya terpaut hampir 100 meter. Keputusan itu diambil karena Ramelan takut diracun atau dibunuh oleh Bripka Agus.

"Kemudian saya pilih pindah rumah, karena saya takut diracun satu keluarga. Saya yakin itu pasti akan dilakukan Agus," katanya.

Ramelan mengaku segala perilaku Agus yang dilakukan ketika tinggal satu rumah, tidak pernah diceritakan kepada anaknya atau istri Bripka Agus. Tujuannya agar menjaga keutuhan rumah tangga anaknya.

"Saya hanya pilih diam, tak banyak ngomong. Agus memang pintar selalu bersikap sopan, tapi hatinya busuk," tandasnya.

Ramelan berharap majelis hakim menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap Bripka Agus. Menurutnya hukuman yang diberikan harus setimpal dengan penderitaan yang sudah dialami.

"Saya mintanya dihukum mati," pungkasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads