Dua Pilihan Buat Erlan, Terduga Pembunuh Sekdin PRKP Bangkalan

Round-Up

Dua Pilihan Buat Erlan, Terduga Pembunuh Sekdin PRKP Bangkalan

Denza Perdana - detikJatim
Rabu, 08 Jul 2026 08:15 WIB
Erlan, terduga pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas PRKP Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati
Erlan, terduga pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas PRKP Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati. (Foto: Dok. Istimewa)
Sidoarjo -

Kasus kematian tragis Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50) masih menjadi teka-teki besar. Korban tewas mengenaskan di dalam mobil dinas Toyota Kijang Innova yang terparkir di Terminal 1 Bandara Juanda pada Rabu (24/6/2026). Hingga 13 hari pasca-kejadian, terduga pelaku yang bernama Erlan (54) masih bebas berkeliaran.

Sebuah video berdurasi 43 detik mendadak viral di media sosial memperlihatkan sosok Erlan bersama komplotannya di dalam mobil. Dalam video itu ia dinarasikan sebagai anggota sindikat penipu ulung. Baju yang dipakai Erlan dalam rekaman itu identik dengan pakaian yang terekam kamera CCTV Bandara Juanda saat hari kejadian.

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya membenarkan bahwa Erlan memang bagian dari komplotan penipu dengan modus love scamming. Pelaku biasanya membangun kedekatan dan kepercayaan dengan korban lewat telepon atau media sosial dalam waktu yang lama. Nahas, pertemuan tatap muka pertama mereka justru berujung pada maut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jatanras Mulai Memburu Erlan

Sifat licin Erlan juga dikonfirmasi oleh Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur. Jumhur menyebut Erlan merupakan tukang tipu profesional yang sengaja mengincar wanita matang dan mapan secara finansial melalui pertemuan langsung atau kopi darat.

"Jadi, latar belakangnya (E) ini memang orang ini tukang tipu-tipu," kata Jumhur kepada detikJatim, Selasa (7/7/2026).

ADVERTISEMENT

Jumhur mengaku seluruh personel Jatanras Polda Jatim telah dikerahkan untuk memburu Erlan. Menurutnya, Erlan terkenal licin karena kerap berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain.

"Seluruh personel Jatanras diterjunkan untuk memburu keberadaan pelaku," tegas Jumhur.

Sosok Erlan di Mata Tetangga

Erlan diketahui pernah berdomisili di Jalan Semeru Selatan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Ketua RT setempat, Hanafi, membenarkan bahwa Erlan adalah mantan warganya yang sempat tinggal 7 tahun setelah menikah dengan pegawai pemerintahan bernama Atik. Namun, Erlan menghilang tanpa jejak setelah bercerai pada 2021.

Hanafi mengenang Erlan dan mantan istrinya sebagai sosok yang tertutup dan jarang bergaul dengan tetangga. Aktivitas harian Erlan yang diketahui warga hanyalah kebiasaan berjalan kaki atau lari pagi.

"Kerjanya apa kurang paham, tapi kalau pagi sering biasanya jalan kaki atau lari. Kemudian kembali ke rumah," tutur Hanafi.

Meski identitas Erlan sudah dikantongi, status penanganan kasus di Polresta Sidoarjo saat ini ternyata masih berada pada tahap penyelidikan. Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) terbaru, polisi masih sibuk mengumpulkan alat bukti, memeriksa data tiket parkir, serta memelototi rekaman CCTV bandara.

Status penanganan kasus ini belum naik ke tahap penyidikan karena bukti untuk penetapan tersangka dinilai belum final. Demi mempercepat proses, pihak keluarga melalui kuasa hukum berencana menyerahkan foto Erlan dan data kependudukannya ke polisi sebagai bahan pembanding.

Kuasa Hukum Minta Erlan Serahkan Diri

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya mengatakan penyerahan foto itu akan dilakukan karena ada kecurigaan bahwa foto-foto Erlan yang beredar di media sosial diduga telah dimanipulasi menggunakan filter wajah.

Di luar itu, Risang pun mengimbau agar Erlan bersikap kooperatif dan segera menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat jika memang merasa tidak terlibat dalam kematian sang Sekdin.

"Kalau memang bukan pelakunya, silakan datang ke kantor polisi terdekat, didampingi pengacara juga tidak masalah, untuk memberikan penjelasan. Justru itu akan membantu proses penyelidikan," pungkas Risang.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads