Terkuak Sisi Lain Sosok Terduga Pembunuh Sekdin PKRP Bangkalan

Round Up

Terkuak Sisi Lain Sosok Terduga Pembunuh Sekdin PKRP Bangkalan

Amir Baihaqi - detikJatim
Rabu, 08 Jul 2026 07:15 WIB
Erlan, terduga pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas PRKP Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati
Erlan, terduga pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas PRKP Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Meski belum tertangkap, sosok Erlan (54), terduga pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati mulai terungkap. Erlan disebut-sebut banyak terlibat dalam sindikat penipuan yang telah memakan banyak korban.

Dugaan keterlibatan Erlan dalam sindikat penipuan ini terungkap setelah video yang beredar di media sosial. Video itu kemudian dikuatkan dengan pernyataan kuasa hukum korban, polisi hingga mantan tetangga yang berada di Dampit, Kabupaten Malang.

Dalam video 43 detik itu, tampak Erlan dan dua orang pria tengah naik mobil. Pria yang merekam itu kemudian menyebut Erlan sebagai gurunya. Dalam video selanjutnya, Erlan juga tampak tiduran di kasur, lalu bermain biliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam mobil itu, Erlan tampak mengenakan kaca mata dan kaus hitam dengan garis di dada merah putih yang sama saat dipakai saat terekam kamera CCTV di Bandara Juanda, juga saat dalam video bersama Ruly.

"Saya bersama Mas Wahyu dan Mas Erlan. Ini guru saya ini. Kami OTW Bali. Nanti setelah dari Bali kembali ke pujaan hati di Malang," demikian suara perekam saat dalam mobil.

ADVERTISEMENT

Kuasa Hukum keluarga Ruly, Risang Bima Wijaya membenarkan video yang beredar tersebut memang Erlan, terduga pelaku pembunuhan Ruly. Ia juga tak membantah bahwa Erlan memang komplotan penipu.

"Iya, itu Erlan dan komplotannya (penipu)," kata Risang kepada detikJatim, Rabu (8/7/2026).

Sedangkan modus penipuan yang dilakukan selama ini adalah love scamming. Terduga pelaku dan korban juga diketahui sudah lama kenal, namun hanya sebatas melalui komunikasi telepon dan media sosial saja.

"Kalau dari informasi yang kami peroleh, mereka memang sudah saling mengenal dalam waktu yang cukup lama. Tetapi komunikasi itu hanya lewat telepon atau media daring. Pertemuan secara langsung baru terjadi saat peristiwa tersebut," kata Risang.

"Dugaan kami, pola yang terjadi mengarah seperti love scam. Pelaku membangun kepercayaan korban terlebih dahulu melalui komunikasi jarak jauh, kemudian baru bertemu secara langsung. Namun tentu ini masih dugaan yang nantinya harus dibuktikan melalui penyidikan kepolisian," imbuhnya.

Senada, mantan tetangga yang berada di Jalan Semeru Selatan RT06/RW03, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang juga mengungkapkan banyak orang yang mencari karena karena dugaan kasus penipuan. Apalagi setelah kasus dugaan pembunuhan korban yang mayatnya ditemukan dalam mobil dinas di parkiran Bandara Juanda.

"Beberapa hari banyak yang mencari, setelah Erlan muncul fotonya karena kasus di Juanda itu," ujar Ketua RT06 Hanafi.

Hanafi mengaku, awalnya mengira banyak orang mencari Erlan karena kasus kematian wanita di Juanda tersebut. Tetapi dirinya kemudian terkejut, Erlan banyak dicari karena dugaan penipuan.

"Ada warga Pasuruan mencari Erlan, katanya mobil Pajeronya dibawa sampai sekarang belum dikembalikan," ungkapnya.

Sebagai Ketua RT, Hanafi saat ini juga banyak menerima pertanyaan dari aparat kepolisian terkait penyelidikan yang diduga berkaitan dengan Erlan. "Banyak polisi juga datang dan tanya soal Erlan," tuturnya.

Hanafi membenarkan Erlan memang pernah menjadi warganya. Namun sekarang sudah tidak tahu keberadaannya karena sudah pindah karena telah bercerai dengan sang istri.

"Dulu warga saya, tapi sudah bercerai tahun 2021-an. Setelah itu dimana, saya tidak tahu. Dulu menikah dengan namanya Mbak Atik, sekitar tujuh tahunan tinggal di wilayah sini. Sebelum kemudian bercerai," beber Hanafi.

Selama menjadi warganya, Hanafi mengaku tidak begitu mengenal akrab Erlan karena jarang bergaul. Hanafi hanya mengetahui Erlan biasanya terlihat berolahraga pagi.

"Kerjanya apa kurang paham, tapi kalau pagi sering biasanya jalan kaki atau lari. Kemudian kembali ke rumah," tuturnya.

Hanafi juga menyebut, bahwa Erlan bersama mantan istrinya dinilai cukup tertutup. Sehingga banyak tidak diketahui aktivitas yang sehari-hari dilakukan.

"Mereka tertutup, kalau mantan istrinya kerja, pegawai di pemerintahan," terangnya.

Meski tertutup, Hanafi mengungkapkan seluruh warga di Jalan Semeru Selatan mengetahui dan mengenal Erlan. Apalagi setelah kasusnya mencuat dan menjadi pemberitaan. "Semuanya kenal, tapi kita jarang ketemu untuk ngobrol bareng," pungkasnya.

Terpisah, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan pihaknya telah bekerjasama dengan Polresta Sidoarjo mengejar Erlan. Ia juga menyebut Erlan punya latar belakang pelaku penipuan.

"Jadi, latar belakangnya (E) ini memang orang ini tukang tipu-tipu," kata Jumhur kepada detikJatim.

Sedangkan korbannya, lanjut Jumhur, Erlan diketahui kerap menyasar korban perempuan yang mempunyai latar belakang usia matang dan secara ekonomi juga mapan. Salah satu korbannya yakni Ruly yang kemudian ditemukan tewas dalam mobil dalam mobil di parkiran Juanda.

"Perkenalannya lewat kopi darat. Lewat pertemuan langsung. Korbannya, khususnya perempuan-perempuan yang sudah mapan," ujar Jumhur.

Jumhur mengaku seluruh personel Jatanras Polda Jatim telah dikerahkan untuk memburu Erlan. Menurutnya, Erlan terkenal licin karena kerap berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain.

"Seluruh personel Jatanras diterjunkan untuk memburu keberadaan pelaku." tandas Jumhur.

Seperti diberitakan, seorang wanita ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Toyota Kijang Innova berpelat merah yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Rabu (24/6/2026). Informasi yang dihimpun, ditemukan darah mengalir di sekitar mobil tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil tersebut diketahui telah masuk ke area parkir Terminal 1 Bandara Juanda sejak Sabtu (20/6/2026). Dari data parkir, kendaraan itu belum pernah keluar hingga akhirnya ditemukan seorang perempuan dalam kondisi meninggal dunia di dalamnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads