Kiai Diduga Cabuli 5 Santri di Sempu Banyuwangi Pakai Modus Pijat Malam

Kiai Diduga Cabuli 5 Santri di Sempu Banyuwangi Pakai Modus Pijat Malam

Eka Rimawati - detikJatim
Jumat, 03 Jul 2026 10:00 WIB
Bangunan lantai 2 pesantren tampak dari luar pagar, diduga sebagai lokasi aksi pencabulan oknum kyai kepada santriwati dengan modus pijat saat malam hari.
Bangunan lantai 2 pesantren diduga jadi lokasi kiai cabuli santri Banyuwangi (Foto: Eka Rimawati/detikJatim)
Banyuwangi -

Dugaan pencabulan terhadap santriwati di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Sempu, Banyuwangi, diduga dilakukan dengan modus meminta korban memijat pelaku pada malam hari. Dugaan tersebut terungkap dari laporan yang diterima organisasi Yakuza Maneges yang kini mendampingi para korban.

Ketua sekaligus pendiri Yakuza Maneges, Thuba Topo Broto Maneges atau yang akrab disapa Gus Thuba mengungkapkan, terduga pelaku yang merupakan seorang oknum kiai diduga memanfaatkan relasi kuasa sebagai pengasuh pesantren untuk melancarkan aksinya.

Menurut Gus Thuba, yang juga merupakan cucu ulama kharismatik KH Hamim Djazuli (Gus Miek), aksi tersebut dilakukan di sebuah kamar di lantai dua pondok pesantren.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Modusnya pijat-memijat. Jadi dia itu punya kamar di atas. Sekitar jam 22.00 WIB atau jam 23.00 WIB malam, santriwati yang diincar dipanggil atau ditimbali suruh ke atas," ungkap Gus Thuba saat memberikan keterangan kepada detikJatim, Kamis (2/7/2026).

ADVERTISEMENT

Sebelum memanggil korban pada malam hari, kata Gus Thuba, terduga pelaku lebih dulu meminta santriwati membersihkan kamarnya pada sore hari.

"Biasanya sore harinya disuruh bersih-bersih kamar dulu. Setelah bersih-bersih, nanti santriwati hanya dikasih tahu, 'Jam 22.00 WIB atau jam 23.00 WIB ke sini, Abah minta pijeti, agak kurang enak badan'," tambahnya.

Gus Thuba mengaku sempat mempertanyakan alasan terduga pelaku meminta santriwati memijatnya. Padahal, pondok pesantren tersebut juga memiliki santri laki-laki yang dinilai bisa melakukan hal serupa.

Namun, menurutnya, pertanyaan itu tidak dijawab secara jelas oleh terduga pelaku.

"Saya sempat mempertanyakan, kenapa kok tidak santri laki-laki saja? Karena itu kan pondok putra dan putri. Tapi dijawab hanya dengan senyum, sehingga kelihatan kalau aksinya itu sudah direncanakan," tegas Gus Thuba.

Berdasarkan hasil investigasi dan pendampingan yang dilakukan Yakuza Maneges, hampir seluruh korban diduga mengalami pola pencabulan yang sama.

Ironisnya, dugaan pencabulan disebut tidak hanya terjadi di lingkungan pondok pesantren. Gus Thuba mengungkapkan salah satu korban juga diduga dicabuli di sebuah hotel di wilayah Kecamatan Glenmore.

Ia menyebut sebagian besar korban mengalami dugaan pelecehan lebih dari satu kali. Dari dua korban yang saat ini didampingi Yakuza Maneges, salah satunya diduga dipaksa melayani pelaku hampir setiap malam.

"Seminggu libur dua hari, dan itu berlangsung selama tiga bulan," papar Gus Thuba.

Saat dugaan peristiwa itu terjadi, sebagian besar korban masih berusia anak-anak. Bahkan, salah seorang korban masih berusia 14 tahun.

Karena itu, Gus Thuba meminta aparat penegak hukum memproses kasus tersebut secara maksimal mengingat seluruh korban masih di bawah umur.

"Kemarin yang saya pegang saat kejadian rata-rata di bawah umur semua. Bahkan yang agak parah saat kejadian di usia 14 tahun. Jadi nanti harus hukuman berat karena (korban) di bawah umur. Dan ketika dipidanakan dengan pasal seperti itu, tidak ada restorative justice (keadilan restoratif)," ungkapnya.

Ia juga mengaku telah menyampaikan langsung harapannya kepada Kapolresta Banyuwangi agar penanganan perkara dilakukan secara profesional.

"Saya pesan ke Kapolrestanya langsung, jangan sampan ada yang main-main dengan ini," pungkas Gus Thuba.

Hingga berita ini ditulis, pihak pondok pesantren yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Sementara itu, kasusnya masih dalam penanganan Polresta Banyuwangi.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads