Polisi masih mendalami aksi perampokan dan penyekapan terhadap lansia berusia 62 tahun di kawasan Sumberpucung, Malang. Polisi mendapati adanya luka memar di bagian leher korban yang diduga bekas luka akibat penyekapan.
"Kami masih dalam mendalami penyelidikan, kami sudah melaksanakan olah TKP dan sampai saat ini anggota juga masih di lapangan untuk melaksanakan penyelidikan kasus tersebut," ujar Kasatreskrim Polres Malang AKP Hafiz Prasetia Akbar kepada detikJatim, Rabu (24/6/2026).
Hafiz menyebutkan korban mengalami luka memar di bagian leher atas dugaan penyekapan yang dialami saat peristiwa itu terjadi pada Minggu (21/6) dini hari. Pihaknya juga telah memintakan visum et repertum atas luka yang dialami korban, tetapi sayangnya belum bisa membeberkan hasil olah TKP yang telah dilakukan petugas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dari laporan yang ada merupakan penyekapan. Namun tentu kami masih dalami seluruh kronologis yang ada. Ada luka lecet di bagian leher," beber Hafiz.
Dalam aksinya pelaku membawa kabur mobil Honda Jazz milik korban. Hingga saat ini, petugas masih berupaya menyelidiki keberadaan mobil korban serta
mengidentifikasi terduga pelaku.
"Ada satu kendaraan milik korban yang dibawa pelaku, untuk barang lainnya masih dalam penyelidikan," ungkap Hafiz.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun detikJatim, perampokan itu menimpa perempuan bernama Jatiningwigati yang disebut merupakan seorang istri dari purnawirawan Polri yang telah wafat.
Sehari-hari, Jatiningwigati tinggal berdua bersama anak bungsunya, Aaron Nicholas Oto (18). Sedangkan 2 anak lainnya berada di Bandung, Jawa Barat.
Saat peristiwa terjadi, Aaron diketahui tidak sedang berada di rumah karena sedang menghabiskan waktu malam minggu bersama teman-temannya. Pelaku diduga bisa masuk ke rumah korban karena pintu rumah dalam kondisi sengaja tidak dikunci agar Aaron bisa masuk rumah saat sudah pulang.
Di bawah ancaman senjata tajam, pelaku meminta korban menyerahkan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) dan kunci mobil. Pelaku kemudian menyekap korban dengan bagian mata ditutup lakban, dan dibekap dengan kain slayer, serta kedua tangannya diikat ke depan.
"Kondisi korban dalam proses recovery dan sudah melakukan kegiatan sehari-hari," pungkas Hafiz.
(auh/dpe)
