Bukan Rp 97 Juta, Segini Iuran KIP yang Digelapkan Mahasiswi Unair

Bukan Rp 97 Juta, Segini Iuran KIP yang Digelapkan Mahasiswi Unair

Esti Widiyana - detikJatim
Kamis, 18 Jun 2026 15:15 WIB
Unggahan viral dugaan korupsi mahasiswa penerima beasiswa KIP Unair.
Unggahan viral dugaan korupsi mahasiswa penerima beasiswa KIP Unair. (Foto: Istimewa/Instagram @unairjournal)
Surabaya -

Dugaan penggelapan oleh mahasiswi berinisial YIP yang menjabat sebagai Menteri Keuangan Airlangga University Bidik Misi Organization (AUBMO) periode 2025/2026 masih bergulir. YIP menyampaikan pengakuan melalui video klarifikasi yang diunggah. Dia mengaku menyalahgunakan dana organisasi tidak hanya Rp97 juta tetapi Rp103 juta lebih.

"Asal bentuk keterbukaan, tindakan penyalahgunaan dana ini terjadi secara bertahap dengan total nominal sebesar Rp103.336.457," demikian pernyataan YIP dalam video klarifikasi yang dia buat dilihat detikJatim, Kamis (18/6/2026).

Sebelumnya dalam video video klarifikasi terkait kasus yang sedang menjadi sorotan, YIP mengakui tentang kesalahan yang telah dia lakukan selama menjabat sebagai Menteri Keuangan AUBMO.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mengakui, bahwa saya telah melakukan tindakan penyalahgunaan amanah dengan menggunakan dana organisasi untuk kepentingan pribadi yang dilakukan secara sadar dan hal ini tidak dapat dibenarkan. Saya menerima seluruh konsekuensi yang diberikan pihak kampus dan bertanggung jawab penuh atas perbuatan tersebut tanpa melibatkan pihak lainnya," lanjutnya.

Dia menegaskan bahwa perbuatannya murni merupakan penyalahgunaan dana organisasi untuk kepentingan pribadi. YIP juga mengatakan bahwa tidak ada pengurus maupun BPH AUBMO lain yang terlibat dalam penggelapan ini.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Ketua Pusat Humas dan Protokol (PHMP) Unair Pulung Siswantara mengatakan, meski YIP mengakui bahwa dirinya menggelapkan dana kasus itu tidak dibawa ke ranah hukum. Sebab, YIP dan keluarga berjanji mengembalikan uang secara bertahap dengan waktu yang telah ditentukan.

"Kemarin itu posisinya sudah dia, akhirnya mengembalikan bertahap itu. Maksudnya bertahap, tahape enek piro (Tahapan ada berapa)? Tapi dikasih deadline 1 tahun dengan jaminan," kata Pulung kepada detikJatim, Selasa (16/6).

Dugaan penggelapan dana hingga Rp 97 juta di lingkungan mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) UniversitasAirlangga (Unair) menjadi sorotan publik usai diungkap oleh akun @unairjournal yang turut mengangkat kasus itu di media sosial.

Pengelola akun @unairjournal saat diklarifikasi detikJatim menyebut belum tahu secara pasti jumlah mahasiswa yang terdampak. Namun, dijelaskan bahwa ada dugaan kuat sumber dana yang digunakan YIP berasal dari iuran sukarela mahasiswa penerima KIP-K dari 4 angkatan aktif.

"Jadi untuk korban belum tahu kak jumlahnya berapa. Tapi diduga kuat sumber korupsinya itu dari uang iuran sukarela dari seluruh mahasiswa KIP-K Unair 4 angkatan aktif. Ini iurannya ndak ada minimalnya dan mahasiswa bisa saja ndak memberikan iuran," jelas admin akun tersebut kepada detikJatim.

Menurut admin akun tersebut, dugaan itu muncul karena anggaran kegiatan organisasi yang berasal dari kampus dinilai tidak mungkin mencapai nominal hampir Rp 100 juta.

"Dan kenapa kok ke situ dugaan sumber korupsinya, karena organisasi ini pasti cuma dapat RKAT atau anggaran dari kampus nggak sebesar itu, paling cuma under Rp 10 juta untuk kegiatan selama setahun. Lha ini yg dikorupsi nominalnya hampir Rp 100 juta. Pasti dari iuran itu," pungkasnya.

Meski nominal dana yang diduga digelapkan cukup besar, perkara ini tidak berujung ke ranah hukum. Kepada pihak kampus, YIP telah mengakui telah menggunakan uang organisasi untuk kepentingan pribadi dan berjanji mengembalikannya secara bertahap dengan jaminan dari keluarga.

Pulung Siswantara selaku Ketua Pusat Humas dan Protokol (PHMP) Unair menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari pengelolaan dana organisasi yang selama ini tidak menggunakan rekening resmi organisasi. Menurut Pulung, dana yang terkumpul dari iuran sukarela mahasiswa penerima KIP-K itu selama ini dititipkan ke rekening pribadi YIP.

"Bukan nipu orang. Kesalahan adalah selama ini AUBMO gak punya rekening organisasi. Sehingga masuklah ke rekening dia untuk nampung itu. Ternyata digunakan untuk kepentingan pribadi," jelasnya saat dihubungi detikJatim, Selasa (16/6/2026).

Unair mengaku masih mendalami motif YIP menggunakan dana organisasi itu. Hingga kini ada 2 alasan yang berkembang, baik dari pengakuan yang bersangkutan maupun informasi yang beredar.

"Kalau yang menurut anaknya, katanya ada yang ngomong karena untuk pengobatan orang tuanya. Ada yang ngomong untuk gaya hidup," kata Pulung.



(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads