7 Fakta Terbaru Dugaan Pengeroyokan Libatkan Wakil Ketua KONI Batu

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Minggu, 14 Jun 2026 10:15 WIB
Ilustrasi pengeroyokan. (Foto: Dok. detikcom)
Kota Batu -

Kasus dugaan pengeroyokan yang menyeret nama Wakil Ketua KONI Kota Batu, Sinal Abidin (SA), memasuki babak baru setelah upaya mediasi antara pelapor dan terlapor tidak menghasilkan kesepakatan. Di tengah bantahan dari pihak terlapor yang menyebut insiden tersebut hanya terjadi secara spontan, proses hukum dipastikan tetap berlanjut di Polres Batu.

Penyidik kini terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap fakta di balik insiden yang disebut berawal dari perbedaan dukungan dalam pertandingan bulu tangkis.

Berikut sejumlah fakta yang dihimpun detikJatim:

1. Mediasi Berakhir Tanpa Kesepakatan

Upaya mediasi antara pihak korban dan terlapor telah digelar di Polres Batu pada Selasa (9/6/2026), namun pertemuan tersebut tidak menghasilkan titik temu sehingga korban memutuskan tetap menempuh jalur hukum. Kondisi itu membuat proses penyelidikan yang sedang berjalan dipastikan terus berlanjut hingga polisi memperoleh kesimpulan dari seluruh alat bukti yang dikumpulkan.

"Dari pertemuan itu tidak ditemukan adanya kesepakatan dari kedua belah pihak. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk melanjutkan proses hukum yang tengah berjalan," ujar kuasa hukum korban, Teguh Suharto Utomo.

2. Berawal dari Pertandingan Bulu Tangkis

Perkara ini bermula dari pertandingan persahabatan bulu tangkis di Gedung Serbaguna Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Menurut keterangan pihak korban, ketegangan muncul setelah tim yang didukung korban RC kalah dari tim yang didukung Sinal Abidin hingga berujung perselisihan seusai pertandingan.

"Sinal langsung melayangkan tamparan beberapa kali sambil memaki korban dengan menyebut 'Bajingan kamu, China Jancok' berulangkali," ungkap Teguh yang juga merupakan paman korban.

3. Korban Mengaku Dicegat dan Dipukul

Pihak korban menyebut RC sempat dicegat ketika hendak pulang setelah pertandingan selesai dan situasi semakin memanas meski korban telah berusaha memberikan penjelasan kepada pihak yang berselisih dengannya.

Selain dugaan dorongan yang dilakukan SA, korban juga mengaku mengalami pemukulan dan penamparan oleh beberapa orang yang berada di lokasi kejadian.



Simak Video "Video Kades di Lumajang Dikeroyok-Dibacok OTK, Polisi Buru Pelaku"


(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork