Perjalanan kasus pencurian uang di sebuah toko kelontong di Mojokerto menyimpan kisah haru. EPB (35), pria yang tertangkap mencuri dan kemudian mengirim surat permintaan maaf kepada korbannya, Alfin Setyo Tunggal (37), akhirnya menemui korban secara langsung untuk meminta maaf.
Proses permintaan maaf itu ternyata tidak terjadi dalam satu kali pertemuan. Selama empat hari berturut-turut, EPB bersama pacarnya, YN (34), beberapa kali mendatangi rumah Alfin di Dusun Guwo, Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.
Kisah ini bermula ketika EPB tertangkap tangan mencuri enam bungkus rokok di toko milik Alfin pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, pelaku menangis dan memohon maaf. Karena merasa iba, Alfin memilih melepaskannya tanpa syarat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, setelah pelaku pergi, istri Alfin memeriksa laci toko dan mendapati uang hasil penjualan juga hilang. Alfin kemudian berusaha mencari pelaku hingga ke wilayah Krembung, Sidoarjo, tetapi tidak berhasil menemukannya. Pada malam harinya, ia melaporkan kasus tersebut ke Polsek Pungging.
Keesokan harinya, Senin (8/6/2026), istri Alfin menemukan surat tulisan tangan yang diselipkan di bawah pintu toko. Dalam surat itu, EPB mengaku telah mengambil uang Rp 352.000 dan berjanji akan mengembalikan Rp 400.000 dalam waktu dua minggu.
Pada hari yang sama saat Subuh, EPB diketahui datang bersama pacarnya untuk mengantarkan surat tersebut.
Keesokan harinya, Selasa (9/6/2026), YN kembali mendatangi rumah Alfin bersama putrinya yang masih duduk di bangku kelas 2 SD. Selain membawa surat kedua berisi permintaan maaf, YN juga menyerahkan uang Rp 120.000 sebagai cicilan pengembalian.
"Aslinya (surat kedua dan uang) mau diselipkan lagi (di bawah pintu toko), tapi lebih dulu saya pergoki. Akhirnya menemui saya. Setelah minta nomor WhatsApp saya, dia langsung pulang," terang Alfin kepada detikJatim, Sabtu (13/6/2026).
Pada Rabu (10/6/2026), EPB dan YN kembali datang ke rumah Alfin. Namun, keduanya gagal bertemu karena Alfin sedang bekerja lembur hingga tengah malam.
"Mereka mau titip uang ke tetangga saya, tapi tetangga saya menolak. Karena tetangga saya tidak berani menerima, disuruh menemui saya langsung," jelas Alfin.
Pertemuan langsung antara pelaku dan korban akhirnya terjadi pada Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, EPB datang bersama dua anak laki-laki yang mengaku masih duduk di bangku kelas 5 dan 6 SD.
"Kamis itu kebetulan saya kerja, forklifnya rusak. Sehingga saya pulang jam 4 karena sudah tidak ada pekerjaan. Dia (EPB) datang ke rumah mengajak 2 anaknya," ungkap Alfin.
"Kedua anaknya laki-laki, ketika saya tanya, ngakunya kelas 6 dan 5 SD. Menurut saya fisik dan usianya sesuai, wajahnya juga mirip. Benar atau tidaknya, saya juga tidak tahu," ujar Alfin.
Dalam pertemuan tersebut, EPB meminta maaf secara langsung kepada Alfin dan istrinya. Ia mengaku nekat mencuri karena terdesak kebutuhan ekonomi, mulai dari biaya sekolah anak hingga kondisi ibunya yang sedang sakit.
"Dia (EPB) sudah cerai, istrinya menikah lagi. Kalau dia kerja, anaknya diasuh ibunya. Kalau dia cerita ke saya seperti itu," ungkapnya.
Pada kesempatan itu, EPB juga menyerahkan uang Rp 200.000 kepada Alfin. Seusai pertemuan, Alfin bahkan mengantar EPB dan dua anaknya ke halte karena merasa kasihan melihat mereka berjalan kaki.
"Ngakunya berangkat naik bus dari rumahnya ke Terminal Mojokerto, lalu ke Terminal Mojosari, lalu jalan kaki ke rumah saya. Pulangnya saya antar ke halte karena kasihan bawa 2 anak kecil," cetusnya.
Dengan demikian, total uang yang telah dikembalikan EPB mencapai Rp 320.000. Jumlah itu masih kurang dari uang yang diakuinya telah dicuri, yakni Rp 352.000, serta belum memenuhi janjinya dalam surat untuk mengembalikan Rp 400.000.
Meski demikian, Alfin memilih mengikhlaskan kekurangannya karena melihat adanya niat baik dari pelaku.
"Aslinya seandainya tidak dikembalikan pun tidak masalah. Cuma ada iktikad baiknya, saya terima saja. Iya seperti itu (untuk menghargai niat baik pelaku)," tandasnya.
Sikap EPB yang berulang kali datang meminta maaf dan berusaha mengembalikan uang curian membuat Alfin luluh. Keduanya pun akhirnya saling memaafkan.
"Menurut hati nurani saya, dia memang betul-betul membutuhkan (uang). (Kenapa merasa iba) Karena saya juga pernah mengalami kesulitan ekonomi," terang Alfin kepada detikJatim ihwal alasannya bersedia memaafkan pelaku, Sabtu (13/6/2026).
Meski telah berdamai, proses hukum secara administrasi masih menyisakan satu tahap lagi. Sebab, laporan pencurian yang dibuat Alfin di Polsek Pungging masih belum dicabut.
"Saya bilang ke dia (EPB) kalau saya terlanjur melapor ke polisi. Untuk mencabut laporan itu, kalau dia bersedia, saya ajak ke polsek untuk mencabut laporan," terang Alfin.
Namun, hingga kini belum ada kepastian kapan EPB akan datang bersama Alfin ke Polsek Pungging untuk mencabut laporan tersebut.
"Dia (EPB) jawab kalau urusan polisi pelan-pelan, menunggu punya uang, yang penting urusan dia dengan saya sudah tidak ada masalah," ungkapnya.
"Kemarin (12/6) saya sudah telepon pacarnya (inisial YN) agar disampaikan ke pelaku sanggupnya kapan. Kalau saya minta pas hari libur saya, hari Minggu. Kalau dia berkenan ya silakan," tandas Alfin.
Simak Video "Menikmati Kebahagiaan Sederhana Tanpa Gadget di Mojokerto"
[Gambas:Video 20detik] (irb/hil)
