Blak-blakan Pacar Maling Toko di Mojokerto yang Kirim Surat Maaf

Round Up

Blak-blakan Pacar Maling Toko di Mojokerto yang Kirim Surat Maaf

Amir Baihaqi - detikJatim
Sabtu, 13 Jun 2026 07:00 WIB
Alfin saat membaca surat yang dikirim pencuri di tokonya
Pmeilik toko di Mojkerto, Alfin saat membaca surat yang dikirim pencuri di tokonya (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

EPB (35), nekat melakukan pencurian di toko kelontong milik Alfin Setyo Tunggal (37) Desa Jabontegal, Pungging, Mojokerto. Setelah melakukan aksinya, pelaku mengirim surat permintaan maaf dan bersedia mengembalikan uang yang dicurinya.

Seorang perempuan berinisial YN (34) yang mengaku sebagai pacar pelaku muncul dan buka suara. YN menyebut hubungan asmaranya dengan pelaku sudah terjalin sekitar satu bulan.

Mereka berencana melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Hanya saja saat ini YN masih dalam proses cerai. YN membenarkan bahwa pacarnya memang punya anak. Karena status pelaku saat ini duda dua anak satu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut YN, pacarnya nekat mencuri di toko kelontong milik Alfin karena terdesak biaya sekolah putrinya. Menurutnya, putri pelaku saat ini duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar (SD).

Apabila saat itu tidak segera dibayar, putri EPB tidak diizinkan mengikuti ujian semeter. Di sisi lain, pelaku menemui jalan buntu ketika berusaha mencari pinjaman. Pelaku juga diketahui malu menceritakan kondisi ekonominya kepada YN.

ADVERTISEMENT

"Katanya sih, dia sendiri yang bilang terdesak biaya anak sekolah. Jadi, dia terpaksa mencuri di rumahnya Pak Alfin. Iya benar, memang tidak boleh (ikut ujian semester) karena soalnya kan beli," terangnya kepada detikJatim melalui sambungan telepon, Sabtu (13/6/2026).

Perbuatan pacarnya mencuri uang dari toko kelontong Alfin, baru diketahui YN pada Minggu (7/6) malam. Karena EPB mampir ke tempat tinggalnya untuk meminjam ponsel. Sebab pria asal Krembung, Sidoarjo itu tidak mempunyai ponsel.

"Dia pinjam HP, buka Facebook saya. Saya curiga karena dia seperti orang ketakutan, tapi dia tidak mau cerita. Begitu dia berangkat kerja, saya cek riwayat pencariannya," ungkapnya.

Dari situlah YN mengetahui pacarnya tengah viral di medsos karena tertangkap mencuri di toko kelontong Alfin. Begitu pacarnya ini pulang kerja, ia langsung menanyakan kasus tersebut. Sehingga akhirnya menceritakan perbuatannya.

Pencurian yang dilakukan EPB baru diketahui YN pada Minggu (7/6) malam. Selanjutnya pada Senin (8/6) subuh, ia diajak untuk mengirim surat permintaan maaf ke rumah Alfin. Surat tersebut amplop putih.

"Saya yang menyelipkan di bawah pintu toko (Toko kelontong milik Alfin). Saya tidak sempat baca karena tidak boleh dibuka (oleh EPB)," terang perempuan asal Kecamatan Bangsal, Mojokerto itu.

Menurut YN, setelah mencuri di toko Alfin, pacarnya merasa ketakutan. Sehingga ia berinisiatif menjadi penengah. Caranya, ia mengaku berkunjung ke rumah Alfin sekitar Senin (8/6) malam. YN menyerahkan sedikit uang dan permintaan maaf mewakili pacarnya.

"Saya menemui Pak Alfin sendirian, saya ngobrol dengan beliau. Saya minta maaf atas kejadian kemarin, saya serahkan sedikit uang titipan dari mas (EPB) untuk mencicil uang yang dicuri. Mas tidak berani," ungkapnya.

Pertemuannya dengan Alfin membuat YN mengerti kalau aksi EPB mengirim surat setelah mencuri uang, sebagai perbuatan yang tidak sopan. Sehingga ia mendesak warga Desa Keret, Krembung, Sidoarjo itu segera menemui Alfin untuk meminta maaf.

"Kemarin (11/6) akhirnya mas (EPB) ke rumah Pak Alfin mengajak anaknya. Harapannya Pak Alfin bersedia berdamai dan mencabut laporannya," tandasnya.

Namun, YN tidak tahu persis apakah EPB sudah mengembalikan uang Alfin sepenuhnya atau masih mengangsur. Di sisi lain, Alfin belum bisa dikonfirmasi karena sedang bekerja. Bapak dua anak ini merupakan buruh pabrik pakan ternak di Pungging, Mojokerto.

"Belum selesai (kerja), ini masih di pabrik," ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Sebelumnya, EPB tertangkap tangan oleh Alfin karena mencuri 6 bungkus rokok pada Minggu (7/6) sekitar pukul 12.30 WIB. Karena ketakutan, EPB sampai merengek meminta maaf. Siang itu, pelaku mengaku hanya mencuri rokok.

Karena iba, Alfin pun melepaskan EPB tanpa syarat. Terlebih lagi pencurian rokok di tokonya berhasil digagalkan. Namun, beberapa saat setelah pelaku pergi, istri Alfin baru mengecek laci toko. Ternyata uang hasil jualannya juga hilang.

Merasa diprank, siang itu juga Alfin langsung mengejar dan mencari EPB sampai Krembung, Sidoarjo. Karena tak membuahkan hasil, ia memutuskan bekerja sekitar pukul 15.00 WIB. Buruh pabrik pakan ternak ini lantas melapor ke Polsek Pungging sekitar pukul 18.00 WIB.

Keesokan harinya, Senin (8/6) setelah subuh, istri Alfin menemukan surat dari EPB yang diselipkan di bawah pintu toko. Surat tulisan tangan ini berisi permintaan maaf dari EPB, alasannya mencuri, serta janjinya akan mengembalikan uang Alfin Rp 400.000.

Dalam surat tersebut, EPB mengaku mencuri uang Rp 352.000 dari laci toko Alfin. Sedangkan Alfin tak ambil pusing soal nominal uang yang dicuri pelaku. Sebab uang hasil jualan itu belum sempat dihitung istrinya.



(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads