Dunia olahraga menembak di Jawa Timur diguncang kabar miring. Seorang pelatih yang memiliki posisi strategis di lingkungan Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Surabaya diduga melakukan pelecehan dan kekerasan seksual terhadap atletnya yang masih di bawah umur.
Kabar ini mencuat setelah akun Instagram @viralforjusticecom mengunggah kronologi dugaan aksi bejat itu beserta bukti tulisan tangan yang diduga milik korban. Berdasarkan catatan harian korban, aksi pelecehan itu bermula dari modus hukuman fisik yang dialihkan menjadi tindakan fisik yang menjurus ke arah seksual.
"Awal mulanya dia memberi aku hukuman gelitik karena keseringan jatuhin prog (program latihan). Pada suatu waktu dia menagih hukuman gelitiknya kepadaku. Lalu saat itu di lapangan hanya ada aku berdua bersama dia karena teman sudah pulang semua," tulis korban dalam secarik kertas yang diunggah akun tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban menceritakan, saat suasana sepi ia sempat membantu terlapor membawa barang ke dalam ruangan. Di ruangan itulah pelaku mulai melancarkan aksinya
"Dia memulainya, menggelitik area pinggangku & sampai sudah selesai dia tiba-tiba peluk aku dari belakang & mencium rambutku. Di situ aku mulai merasa aneh & mulai curiga, tetapi berhubung aku sangat percaya kepadanya, aku pun menurut saja," lanjut korban dalam tulisan tersebut.
Tak berhenti di situ, tindakan kurang ajar sang pelatih diduga terus berlanjut dan berkembang secara bertahap di sejumlah lokasi lain. Selain di area latihan, korban juga mengaku pernah dilecehkan di dalam kendaraan pribadi (mobil) milik pelaku usai latihan.
Berdasarkan keterangan yang disematkan dalam unggahan @viralforjusticecom pelecehan juga terjadi di sebuah penginapan di kawasan Surabaya pada 25 Maret 2026. Terlapor disinyalir memanfaatkan relasi kuasa untuk melakukan grooming serta meminta konten pribadi yang bersifat intim kepada korban melalui komunikasi pesan singkat.
"Rangkaian peristiwa ini menunjukkan indikasi grooming, penyalahgunaan relasi kuasa, serta eksploitasi terhadap anak di bawah umur. Dugaan semacam ini adalah isu serius yang menuntut perhatian dan penanganan yang berpihak pada perlindungan korban," tulis akun tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, tim reporter detikJatim sedang berupaya melakukan verifikasi terhadap pihak-pihak terkait, termasuk saksi yang merupakan rekan dari korban serta pihak pengurus Perbakin Surabaya guna mendapatkan klarifikasi lebih lanjut mengenai kebenaran informasi yang beredar di media sosial ini.
Tidak hanya itu, pihak kepolisian terutama dalam hal ini Polda Jatim juga sedang dikonfirmasi mengenai ada tidaknya laporan resmi. Sebab, dalam unggahan akun Instagram @viralforjusticecom ada foto terduga korban yang wajahnya tertutup topi menunjukkan kertas diduga hasil visum atau laporan resmi ke pihak kepolisian.
(irb/dpe)
