Polisi akhirnya menangkap pelaku penjambretan di Pasuruan, yang menyebabkan korban, Sri Sulastri (52), warga Dusun Tlogo, Kelurahan Sidokerto, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, tewas. Pelaku baru berhasil ditangkap setelah tujuh bulan berlalu.
"Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu 5 November 2025 sekitar pukul 08.00 WIB di Jalan Raya Pandaan-Beji, tepatnya depan PT Finexco Prima, Dusun Wangi, Desa Sumberejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan," kata Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, Rabu (27/5/2026).
Polisi mengamankan pelaku berinisial H (34), warga Kecamatan Pandaan, yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara satu pelaku lainnya masih masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjambretan dilakukan dua pelaku saat korban sedang mengendarai sepeda motor sepulang dari Pasar Pandaan menuju rumah. Setibanya di lokasi kejadian, korban dipepet pelaku yang mengendarai sepeda motor.
Pelaku kemudian menarik paksa kalung emas yang dipakai korban hingga terjatuh dari sepeda motor. Korban mengalami luka serius hingga meninggal dunia.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 479 ayat 3 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan kematian dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Dalam kasus tersebut, polisi turut menyita barang bukti berupa satu lembar surat berharga milik korban berupa nota pembelian kalung emas.
Diberitakan, aksi penjambretan di Pasuruan, memakan korban. Sri Sulastri (52), warga Dusun Tlogo, Kelurahan Sidokerto, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, tewas usai terjatuh dari motor saat penjambret merampas kalungnya.
Peristiwa memilukan itu dialami korban ketika ia dalam perjalanan pulang dari Pasar Pandaan mengendarai motor Honda Scoopy, Rabu (5/11/2025) pukul 07.30 WIB. Saat tiba di Jalan Raya Pandaan-Beji, tepatnya di Dusun Wangi, korban dipepet dua pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor Honda CB150R warna putih.
Salah satu pria langsung menarik paksa kalung emas milik korban. Akibatnya, korban kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke jalan. Kepalanya terbentur keras hingga mengalami luka serius.
Korban langsung dievakuasi ke RS Prima Husada Pandaan. Setelah sempat menjalani perawatan intensif, nyawa Sri Sulastri tak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis rumah sakit.
