Salsabil Nurul Alqilbi (18), warga Desa Lecari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, menjadi korban penipuan lowongan kerja. Bukannya mendapatkan pekerjaan, motor Honda PCX miliknya malah dibawa kabur pria yang mewancarainya.
Peristiwa menyedihkan itu diungkap Salsabil kepada awak media, Sabtu (23/5/2026). Awalnya ia mendapat informasi lowongan kerja melalui TikTok, dan tertarik.
Korban diminta datang ke sebuah kafe di kawasan Tretes, Prigen, untuk mengikuti proses interview pekerjaan yang disebut-sebut berasal dari perusahaan retail wilayah Gempol-Pandaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban datang ke di salah satu cafe yang disepakati pada hari Kamis (21/5) pukul 12.00 WIB. Ia datang membawa motor Honda PCX dengan penuh harapan bisa diterima kerja.
Di kafe tersebut, seorang pria yang mengaku dari pihak perusahaan menemuinya. Pria itu meminta korban ke ruang meeting untuk keperluan wawancara.
Di tengah proses wawancara, pelaku meminta korban menyerahkan STNK dan kunci motor. Pelaku berdalih hal itu untuk pendataan inventaris kantor serta pemasangan GPS kendaraan.
"Ya di-interview di dalam ruang meeting cafe itu. Saya sempat merasa pusing dan linglung selama proses wawancara berlangsung," kata korban.
Beberapa saat kemudian pelaku berpamitan keluar ruangan. Namun pria tersebut tidak kunjung kembali sehingga korban curiga.
Korban meminta pihak kafe memeriksa rekaman CCTV. Dari rekaman itu, terlihat pelaku membawa kabur motor korban sekitar pukul 12.59 WIB.
"Katanya motor mau dipasang GPS untuk inventaris kantor. Saya nunggu sampai sore ternyata pelakunya sudah kabur," ungkapnya.
Selain membawa kabur satu unit Honda PCX beserta STNK, pelaku juga disebut belum membayar biaya sewa ruang meeting di kafe tersebut.
"Saya berencana mau lapor ke kantor polisi," tuturnya.
