Modus Kiai Pimpinan Ponpes di Ponorogo Cabuli Belasan Santri Laki-laki

Modus Kiai Pimpinan Ponpes di Ponorogo Cabuli Belasan Santri Laki-laki

Denza Perdana - detikJatim
Selasa, 19 Mei 2026 13:15 WIB
Video penangkapan diduga kiai Jambon, Ponorogo yang viral di media sosial
Video penangkapan diduga kiai Jambon, Ponorogo yang viral di media sosial. (Foto: Dok. Istimewa)
Ponorogo -

Sebuah video penangkapan kiai di Kecamatan Jambon, Ponorogo beredar viral di media sosial usai masuknya laporan polisi terkait dugaan pencabulan oleh seorang kiai terhadap belasan santri laki-laki. Terungkap bagaimana modus pencabulan yang dilakukan kiai pimpinan pondok di Jambon, Ponorogo tersebut.

Muhammad Ihsan Nurul Huda, pengacara para santri diduga korban pencabulan mengatakan, kasus ini terbongkar atas laporan dari salah satu santri laki-laki yang pernah tinggal di dalam pondok di wilayah Kecamatan Jambon itu.

Ihsan mengatakan, berdasarkan pengakuan para korban, praktik bejat oleh kiai cabul itu telah berlangsung sejak 2017. Dia pun menyebutkan bagaimana modus sang kiai melakukan pencabulan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Modusnya para santri ini biasanya dipanggil satu-satu kemudian disuruh memijat Kiai. Para santri ini tertarik mondok, karena sekolahnya gratis," jelas Ihsan.

Adanya kasus ini, lanjut Ihsan, membuat pihak keluarga korban tidak terima dan ingin melanjutkan kasus ini ke ranah hukum dengan melaporkan sang kiai ke polisi.

ADVERTISEMENT

"Korban ini berasal dari Ponorogo ada, dari Jawa Tengah juga ada. Pihak keluarga tidak terima atas kejadian ini dan ingin melanjutkan ke ranah hukum," tandas Ihsan.

Total ada 11 korban yang sempat dibawa oleh Ihsan ke Polres Ponorogo. Enam di antara belasan santri itu adalah anak-anak, sedangkan sisanya dewasa. Korban semuanya adalah santriwan atau santri laki-laki.

Sekarang, jumlah korban dugaan pencabulan ini bertambah menjadi 19 santri laki-laki dan 18 santri perempuan yang bermukim di dalam pondok. Pengakuan para korban, hanya santri laki-laki saja yang mendapat perlakuan asusila sedang santri perempuan mengalami kekerasan fisik.

"Santri perempuan tidak pernah mendapat kekerasan seksual, tapi mendapat kekerasan fisik," tambah Ihsan.

Dugaan kasus pencabulan santri ini dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali. Menurutnya, kasus itu terungkap setelah pihaknya menerima aduan dari warga di 110 pada Selasa (19/5) pukul 03.00 WIB.

"Benar, kami mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur di Ponorogo," kata Imam.

Usai menerima laporan, polisi langsung bergerak melakukan pengecekan ke lokasi yang disebut dalam aduan warga. Saat ini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dan bukti.

"Kami lakukan pengecekan dan saat ini masih dilakukan pendalaman di wilayah Jambon. Nanti setelah pendalaman selesai akan kami sampaikan lebih lanjut," ujarnya.

Imam mengatakan, laporan baru diterima pada pagi hari sehingga proses penyelidikan masih di tahap awal. Polisi juga belum bisa memastikan jumlah korban dalam perkara tersebut.

"Masih kami dalami jumlah korbannya berapa, karena laporannya baru masuk tadi pagi. Tim masih melakukan penyelidikan," jelasnya.

Meski demikian, Imam membantah sang kiai telah ditangkap. Ia hanya menyebut bahwa saat ini pihaknya masih melakukan konfirmasi dan koordinasi keterlibatan pihak-pihak yang dilaporkan.

"Terduga pelaku belum kami amankan. Masih kami lakukan konfirmasi dan koordinasi," pungkas Imam.



(irb/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads