5 Fakta Dosen UNU Blitar Diduga Lakukan Pelecehan Belasan Mahasiswi

5 Fakta Dosen UNU Blitar Diduga Lakukan Pelecehan Belasan Mahasiswi

Mira Rachmalia - detikJatim
Rabu, 13 Mei 2026 10:45 WIB
Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar
Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar (Foto: Fima Purwanti/detikJatim)
Blitra -

Kasus dugaan pelecehan seksual melibatkan oknum dosen di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar terungkap setelah sejumlah mahasiswi mengaku menjadi korban. Dugaan tindakan tidak pantas itu disebut terjadi baik di lingkungan kampus maupun saat proses bimbingan akademik.

Pihak kampus saat ini masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Selama penyelidikan berlangsung pihak kampus memutuskan untuk menonaktifkan sementara oknum dosen bersangkutan. Berikut sederet fakta terkait kasus tersebut.

Fakta-fakta Dugaan Pelecehan Seksual di Kampus UNU Blitar

1. Mahasiswi Mengaku Mengalami Pelecehan di Dalam Kelas

Salah satu mahasiswi yang enggan disebut namanya mengaku pernah mendapat perlakuan tidak pantas dari oknum dosen saat kegiatan perkuliahan berlangsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya sempat pernah dipegang - pegang, di dalam kelas. Awalnya biasa saja mungkin tidak sengaja, tapi kok terjadi beberapa kali," katanya kepada detikJatim, Rabu (13/5/2026).

Korban menyebut tindakan tersebut membuat dirinya merasa risih dan tidak nyaman selama mengikuti perkuliahan.

ADVERTISEMENT

2. Dirasakan oleh Banyak Mahasiswi

Korban mengungkapkan dugaan pelecehan tidak hanya dialami dirinya. Menurutnya, beberapa mahasiswi lain juga mendapat perlakuan serupa, baik secara verbal maupun non-verbal.

"Ya jelas bikin risih. Ada teman saya juga yang dicolek dagunya, pernah juga ngomong tidak pantas tentang teman saya ke saya," terangnya.

Ketua PMII Komisariat UNU Blitar Ahmad Kafiy mengatakan pihaknya menerima laporan pendampingan dari sejumlah korban.

"Sementara ada 5 orang yang lapor meminta pendampingan ke kami, tapi kalau kami menginvestigasi itu lebih dari 10 orang," katanya.

3. Dugaan Modus Bimbingan Skripsi di Rumah Dosen

Menurut Ahmad Kafiy, dugaan pelecehan seksual tidak hanya terjadi di area kampus. Ia menyebut ada mahasiswi yang diminta melakukan bimbingan skripsi di rumah oknum dosen tersebut.

"Korbannya seluruh jenjang, bahkan ada modus yang bimbingan skripsi harus di rumah oknum dosen tersebut," katanya.

Mahasiswa pun meminta pihak kampus memberikan sanksi tegas terhadap terduga pelaku.

"Kami minta agar dosen ini tidak hanya dilarang untuk mengajar, tapi dikeluarkan dari kampus. Kami juga masih menunggu hasil keputusan dari pihak kampus," tandasnya.

4. Kampus Lakukan Penyelidikan

Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPTKPT) UNU Blitar Mohammad Arifin mengatakan pihaknya telah menerima laporan sejak 21 April 2026 dan kini tengah melakukan penyelidikan.

"Memang ada laporan pada 21 April kemarin, kami juga masih menyelidiki dugaan kasus ini dan memberikan pendampingan kepada korban atau pelapor. Baru 1 orang yang melapor," kata Arifin.

Menurutnya, pihak kampus kini masih mengumpulkan bukti serta keterangan saksi dan terlapor.

"Kami kumpulkan bukti dan saksi agar nantinya juga tidak terjadi fitnah maupun pencemaran nama baik. Jadi kami juga menunggu adanya laporan masuk dari mahasiswa lainnya," jelas Arifin.

5. Oknum Dosen Dinonaktifkan Sementara

Wakil Rektor III UNU Blitar Ardhi Sanwidi menegaskan pihak kampus mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara oknum dosen tersebut selama proses penyelidikan berlangsung.

"Jadi sikap kami tegas untuk menonaktifkan (oknum dosen) sampai penyelidikan selesai," kata Ardhi.

Ia memastikan seluruh aktivitas oknum dosen yang berkaitan dengan mahasiswa dihentikan sementara agar proses investigasi berjalan independen.

"Kami sudah menonaktifkan terlapor. Menonaktifkan seluruh kegiatan oknum itu yang berhubungan dengan mahasiswa. Supaya satgas dapat bekerja dengan independen," jelasnya.



(ihc/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads