Universitas Nahdhatul Ulama (UNU) Blitar angkat bicara soal dugaan kasus pelecehan terhadap belasan mahasiswi. Pihak kampus mengakui telah menerima laporan dan tengah menyelidikinya.
"Memang ada laporan pada 21 April kemarin, kami juga masih menyelidiki dugaan kasus ini dan memberikan pendampingan kepada korban atau pelapor. Baru 1 orang yang melapor," kata Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPTKPT) UNU Blitar, Mohammad Arifin saat ditemui detikJatim, Selasa (12/5/2026).
Arifin menyebut dalam laporannya, pihaknya menerima berbagai keterangan dari korban. Termasuk salah satunya kronologi pelecehan seksual dari oknum dosen tersebut. Meski demikian, pihaknya tak bisa menyampaikan rinci kronologinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurutnya itu baru satu kali di dalam kelas. Kemudian menyampaikan apa yang dikeluhkan dan disampaikan. Kronologi tidak bisa diungkap detail, karena kami melindungi pelapor," terangnya.
Satgas PPTKPT UNU Blitar hingga kini tengah menindaklanjuti laporan kasus dugaan pelecehan seksual itu. Temasuk mengumpulkan bukti, keterangan saksi dan keterangan terlapor.
"Kami kumpulkan bukti dan saksi agar nantinya juga tidak terjadi fitnah maupun pencemaran nama baik. Jadi kami juga menunggu adanya laporan masuk dari mahasiswa lainnya," jelas Arifin.
Wakil Rektor III UNU Blitar, Ardhi Sanwidi menegaskan pihaknya tidak tutup mata terhadap laporan dugaan pelecehan seksual tersebut.
"Intinya kami pihak kampus terkait kasus ini menerima laporan dari Satgas, sikap kami tegas. PPTKPT itu independen tidak ada intervensi dari pihak manapun, jadi kami juga tidak tutup mata," terangnya.
Ardhi menambahkan, kampus berupaya menerima seluruh laporan dari mahasiswa. Menurutnya, apapun laporannya akan ditindaklanjuti untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
"Kami mendapat laporan, meskipun sedikit saja sikap universitas tentu menindaklanjuti apapun itu. Meskipun ini juga masih dugaan, karena masih mengumpulkan bukti tapi kami juga harus melindungi pelapor dan saksi terlapor. Yang jelas tetap kami tindaklanjuti," tandasnya.
Sebelumnya, sejumlah mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar mengaku menjadi korban pelecehan seksual. Pelaku diduga tak lain oknum salah satu dosen.
Salah seseorang mahasiswi yang enggan disebut namanya mengaku menjadi salah satu korban dugaan pelecehan dari oknum dosen tersebut. Ia menyebut mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat di dalam kelas.
"Iya sempat pernah dipegang - pegang, di dalam kelas. Awalnya biasa saja mungkin tidak sengaja, tapi kok terjadi beberapa kali," katanya kepada detikJatim, Selasa (12/5/2026).
