Kasus Wisatawan Surabaya Diserang Aremania, 4 Orang Jadi Tersangka

Kasus Wisatawan Surabaya Diserang Aremania, 4 Orang Jadi Tersangka

Muhammad Aminudin - detikJatim
Jumat, 08 Mei 2026 15:40 WIB
Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi
Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi (Foto: Muhammad Aminudin.detikJatim)
Malang -

Kasus penyerangan wisatawan asal Surabaya yang diduga dilakukan oleh Aremania di Pantai Wediawu, Kabupaten Malang memasuki tahap baru. Sebanyak 4 orang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan keempat tersangka yakni A, Z, Y, dan M. Keempat tersangka ini memiliki peran berbeda dalam aksi penyerangan dan perusakan itu.

Untuk A, Z dan Y berperan melempar menggunakan batu terhadap kendaraan roda empat, ada juga yang mencoret-coret kendaraan menggunakan cat semprot.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketiganya warga Malang Raya dan sudah dilakukan penahanan," ujar Taat dalam konferensi pers di Mapolres, Jumat (8/5/2026).

"Satu orang akan ditetapkan tersangka penghasutan berinisial M, juga warga Malang Raya," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Taat memastikan, bahwa proses hukum dilakukan secara transparan dan profesional sesuai fakta hukum yang ditemukan penyidik di lapangan.

"Polres Malang secara serius dan profesional menindaklanjuti peristiwa di Pantai Wediawu secara objektif sesuai fakta hukum yang ada," tegasnya.

Dari penanganan kasus ini, Polres Malang mencatat ada enam kendaraan yang mengalami kerusakan. Rinciannya 1 unit Hiace, 2 unit Elf, 1 unit Ertiga, 1 unit Avanza, dan 1 unit Innova.

Taat mengungkapkan, kendaraan Toyota Innova yang turut menjadi sasaran perusakan diketahui bukan milik rombongan wisatawan, namun turut jadi sasaran massa.

"Khusus Innova ini pemiliknya bukan dari rombongan kelompok tersebut. Ini warga masyarakat lain yang ada di lokasi dan akhirnya juga menjadi korban perusakan," tuturnya.

Oleh karena itu, laporan polisi (LP) yang masuk ada dua yang terdiri dari wisatawan dan pemilik kendaraan Toyota Innova.

"Jadi ada dua LP, pertama dari wisatawan dan berikutnya pemilik kendaraan Innova," pungkasnya.

Sebelumnya, sebuah video yang menampilkan rombongan wisatawan asal Surabaya diserang ratusan kelompok suporter diduga aremania viral di media sosial. Tak hanya menyerang, para pelaku juga merusak kendaraan wisatawan.

Dalam video disebutkan lokasi penyerangan terjadi di kawasan Pantai Wediawu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Peristiwa tersebut menimpa rombongan wisata asal Surabaya yang tengah menginap di sekitar lokasi.

Tampak kaca kendaraan pelat L itu dipecah dan dicoret dengan berbagai kata-kata umpatan kepada Bonek sebutan suporter Persebaya. Akibat penyerangan itu sejumlah orang juga tampak mengalami luka-luka.

Padahal rombongan tersebut diketahui murni berlibur tanpa mengenakan embel-embel suporter klub. Namun para pelaku tampak melakukan sweeping dan diduga menjarah di campground dan cottage para wisatawan.

Setelah viral video tersebut, kemudian muncul video berdurasi selama 25 detik. Dalam video tersebut merekam diduga sebuah cottage tempat menginap para wisatawan. Dalam video tampak terdengar sayup-sayup orang bernyanyi.

Dalam keterangan video tersebut ditulis bahwa wisatawan disebut bernyanyi ujaran kebencian atau rasis kepada Arema FC dan aremania. Hal itu lah yang diduga jadi awal pemicu aremania murka dan menyerang rombongan wisatawan asal Surabaya.

Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut penyerangan dilakukan pada Selasa (5/5/2026) dini hari.

"Petugas segera mendatangi TKP setelah menerima laporan untuk melakukan penanganan awal dan pengamanan situasi," ujar Bambang kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads