Siapa 4 Orang Bercelurit yang Berduel dengan Pria Nganjuk

Siapa 4 Orang Bercelurit yang Berduel dengan Pria Nganjuk

Bakrie - detikJatim
Minggu, 26 Apr 2026 20:20 WIB
Agus Siswanto (46), warga Desa Kebonagung, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk di lokasi duel
Agus Siswanto (46), warga Desa Kebonagung, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk (Foto: Bakrie/detikJatim)
Nganjuk -

Agus Siswanto (46), warga Desa Kebonagung, Kecamatan Sawahan, Nganjuk berhasil selamat dalam duel dengan 4 orang bersenjata celurit. Agus mengaku tak kenal dan apa motif keempat pelaku itu.

Menurut Agus, saat berduel, keempat orang tak dikenal itu memakai menutup kepalanya dengan kain. Ia hanya menyebut keempat orang itu menggunakan dua motor Honda Vario.

Meski demikian, Agus menduga keempat orang yang menyerangnya itu adalah komplotan begal. Pasalnya, sebelumnya juga dirinya pernah mendengar pengadangan tukang sayur dan seorang bidan desa usai menolong persalinan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulu, katanya mereka itu minta uang. Tapi pas saya kemarin, mereka tidak berkata apa-apa. Jadi, motor dan uang saya aman," kata Agus, Minggu (26/4/2026).

Ia menambahkan keempat orang itu langsung menyerangnya tanpa basa basi. Akibatnya ia sempat kena pukul dan terlibat duel.

ADVERTISEMENT

"Hanya saya kena pukul di wajah ini," ujar Agus sambil menunjukkan wajahnya bekas pukulan.

Sementara Kapolsek Sawahan, AKP Hanum Ayu Danastri mengaku belum mendapat informasi terkait peristiwa tersebut. Pihaknya juga belum menerima laporan korban.

"Belum ada laporan," jawab AKP Hanum dikonfirmasi detikJatim.

Sebelumnya, Agus Siswanto (46), warga Desa Kebonagung, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk berhasil menyelamatkan diri meski diadang empat orang bersenjata tajam (bersajam). Ia bahkan sempat berduel dengan mereka.

Informasi yang diperoleh detikJatim, peristiwa mencekam itu menimpa Agus ketika melintas di Dusun Keduk, Desa Kebonagung pada Sabtu (25/04/2026) lalu, sekitar pukul 00.30 WIB.

Ketika perjalanan pulang usai lembur, Agus tiba-tiba dihadang empat orang. Dua di antaranya membawa senjata tajam jenis celurit. Tanpa pikir panjang, Agus menabrak para pelaku.

"Saya tabrakkan motor saya ke salah satu orang yang membawa celurit, sampai jatuh," ungkap Agus, Minggu (26/4/2026).

Saat itu, satu pelaku lainnya mencoba membacokkan celurit ke arah leher Agus. Dia berhasil menghindar dan memukul pelaku hingga tersungkur.

"Tapi pelaku lainnya memukul saya, sampai mata kiri saya bengkak ini," tambah Agus.

Karena nyawanya terancam, Agus berteriak minta tolong. Rupanya teriakan Agus didengar sejumlah pemuda desa yang saat itu sedang nongkrong di warung kopi.

"Saya berteriak minta tolong. Banyak anak muda yang sedang ngopi di warung langsung datang menolong. Pelaku empat orang langsung kabur itu," beber Agus.




(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads