Polemik saling lapor dugaan pemalsuan identitas berujung pernikahan sesama jenis antara Erfastino Reynaldi (36) alias Rey Malawat dengan Intan Anggraeni (28) masih terus bergulir. Rey selaku terlapor yang sudah melaporkan balik Intan atas dugaan pernikahan sesama jenis menuding akar masalah saling lapor ini adalah karena uang.
"Banyak sekali omongan dan bukti-bukti bahwa Intan itu, alias Vela, sama aku cuma gara-gara duit dan duit begitu lo," ujar Rey dalam kesempatan berbincang dengan awak media pekan lalu.
Rey mengeklaim Intan melaporkan dirinya ke polisi atas dugaan pemalsuan identitas karena dirinya sengaja menyetop pemenuhan kebutuhan Intan dalam hal uang dengan mengaku bahwa saldo rekeningnya sudah habis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Adanya permasalahan ini karena aku sengaja memang, rekening aku itu aku pindahkan ke rekening lain, aku bilang saldoku sudah nggak dan ada segala macam. Terus sengaja 4 hari enggak ngasih uang sampai terjadilah masalah itu," kata Rey.
Rey juga mengungkapkan bahwa sebelum Intan melapor ke polisi yang bersangkutan juga sempat menyampaikan kepada dirinya dan masih membahas tentang uang, uang, dan uang. Rey meyakinkan wartawan bahwa dirinya memiliki cukup banyak bukti transfer ke rekening Intan.
"Ada bukti chatnya. Karena sebelumnya, ada beberapa utang (Intan) yang sudah aku tutup. Yang dia sempat diviralkan soal utang piutang, itu juga sudah aku tutup. Ada bukti transfer nggak cuma satu dua, tapi banyak," ujarnya.
Sebelum menghentikan suplai uang kepada Intan, Rey mengaku sempat menanyakan apa masih ada utang yang harus ditutup? Ini terutama karena Intan sempat diviralkan karena belum membayar utang.
"Apa masih ada utang yang harus ditutup? Kok sebelumnya bilang enggak ada. Terus dia bilang, 'jangan semua-semua kamu yang menutup, aku enggak enak, apalagi aku sendiri enggak kerja. Alibinya seperti itu. Tapi terus setelah itu tanya lagi emang masih ada uang? Katanya masih ada utang di BTPN, apalah itu," ujarnya.
Perilaku Intan yang seolah-olah hanya menginginkan uang dari Rey itulah yang membuat Rey menghentikan suplai uang kepada Intan dan memindahkan seluruh rekening miliknya ke rekening lain.
Sejak awal menjalin hubungan dengan Intan pada 14 Februari 2026, Rey mengeklaim dirinya selalu memberikan uang kepada Intan. Semua kebutuhan Intan bahkan untuk liburan orang tuanya juga dituruti oleh Rey.
"Iya, terus (sejak Februari). Orang tuanya juga iya, mau liburan ke manapun aku turutin. Sampai saudaranya dan tetangganya, juga teman-temannya heran dari mana kok dapat uang sebanyak ini," ujarnya.
Sebelumnya, Rey mengeklaim bahwa Intan sudah mengetahui bahwa dirinya perempuan bahkan sejak mereka saling berkenalan. Namun, keluarga Intan membantahnya. Mereka bersikukuh bahwa Intan baru tahu jenis kelamin Rey pada saat malam pertama.
"Jadi, kami dari pihak keluarga sama sekali tidak tahu bahwa Rey adalah perempuan. Dan selama itu pula, kami juga tidak tahu nama aslinya. Selama ini kami maupun intan tahunya namanya Rey," tegas Eko.
Perwakilan Keluarga Intan Eko NS menyayangkan pernyataan yang disampaikan Rey dan menegaskan pihaknya sudah mengantongi bukti soal janji-janji manis Rey kepada Intan. Dia juga menyebutkan bahwa pihaknya sudah menyimpan sejumlah bukti iming-iming membelikan rumah hingga mobil mewah Lamborghini sebagai kado di hari pernikahan 3 April 2026.
"Kami ada bukti bahwa Rey ini bilang maminya (ibu) sudah menyiapakan gelang seharga Rp 100 juta dan akan diberikan waktu pernikahan resmi pada 8 April 2026 sebelum terbongkar semua," terang Eko, Minggu (12/4).
"Kami juga menyimpan chat dia mengirim bukti pelunasan mobil yang juga (unit mobil) akan dikirim saat pernikahan resmi pada 8 April 2026 itu," sambungnya.
Di luar itu, dia juga membantah pernyataan Rey bahwa pernikahan terrsebut merupakan dari Intan. Dia memastikan bahwa pernikahan itu merupakan permintaan dari Rey, bahkan Intan sempat ingin meminta putus hubungan.
"Kata Rey itu Intan yang minta maksa nikah sampai ada ancaman bunuh diri sampai ibunya pingsan. Ini kami punya bukti chat Intan ingin mengakhiri hubungan tapi Rey tidak mau," ungkap Eko.
(irb/dpe)
