Kasus Bule Rusia Hajar Warga Banyuwangi Masuk Tahap Penyidikan

Kasus Bule Rusia Hajar Warga Banyuwangi Masuk Tahap Penyidikan

Eka Rimawati - detikJatim
Selasa, 07 Apr 2026 20:45 WIB
Tempat kejadian dugaan penganiayaan oleh bule Rusia terhadap warga Banyuwangi yang dipicu oleh suara sound system.
Tempat kejadian dugaan penganiayaan oleh bule Rusia terhadap warga Banyuwangi yang dipicu oleh suara sound system. (Foto: Eka Rima/detikJatim)
Banyuwangi -

Kasus dugaan penganiayaan oleh warga negara asing (WNA) asal Rusia berinisial AF terhadap warga Banyuwangi di pintu masuk Marina Boom kini memasuki tahap penyidikan. Laporan kasus tersebut telah diterima Polresta Banyuwangi sejak Minggu (29/3/2026) dan terus diproses sesuai tahapan hukum yang berlaku.

Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Lanang Pambudi, mengatakan pihaknya telah melakukan serangkaian proses mulai dari pemeriksaan korban, penyelidikan, hingga peningkatan status ke penyidikan untuk mengumpulkan alat bukti.

"Untuk yang bersangkutan tetap kami lakukan proses sesuai tahapan penyidikan," jelas Lanang kepada detikJatim, Selasa (7/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahapan penyidikan tetap kita lakukan sesuai dengan aturan yang berlaku," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Selain keterangan terduga korban, sejumlah barang bukti lain telah dikumpulkan oleh Satreskrim Polresta Banyuwangi. Di antaranya adalah visum dan bukti berupa rekaman kamera pengawas.

"Barang bukti ada, selain bukti visum CCTV sudah kami amankan," tambah Lanang.

Terkait terduga pelaku berinisial AF yang dikabarkan telah meninggalkan Indonesia, polisi juga telah berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Kelas III Banyuwangi.

"Dan kita sudah koordinasi dengan imigrasi terkait langkah hukum selanjutnya terhadap yang bersangkutan jikalau memang sudah pergi meninggalkan indonesia," terang Lanang.

Meski telah berjalan hampir 10 hari sejak kejadian, hingga kini polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan pemukulan terhadap warga Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi berinisial SHN tersebut.

Sebelumnya, FA diduga melakukan penganiayaan terhadap SHN, warga Banyuwangi yang bertugas mengoperasikan sound system dalam acara Gebyar Lebaran 2026. Peristiwa bermula pada Jumat (27/3/2026), saat FA merasa terganggu dengan suara sound system yang dianggap terlalu keras. Saat itu, SHN telah memenuhi permintaan dengan mengecilkan volume.

Namun pada Sabtu (28/3/2026), FA kembali datang dan meminta volume kembali dikecilkan serta posisi alat dipindahkan. SHN pun menuruti dengan memindahkan peralatan sekitar 10 meter dari lokasi semula dan mengarahkannya keluar area Marina Boom.

Insiden terjadi pada Minggu (29/3/2026) pagi. Saat SHN tengah mempersiapkan peralatan, FA tiba-tiba datang, mengecilkan volume, dan mencabut beberapa kabel. Khawatir peralatannya rusak, SHN mencoba menghalau FA dengan mendorong, yang kemudian diduga berujung pada aksi pemukulan. Kasus ini telah dilaporkan ke pihak berwajib dan kini masih dalam proses penyelidikan.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads