Dini hari yang biasanya tenang menjelang sahur di wilayah Kebomas mendadak terusik oleh iring-iringan sepeda motor para pelajar yang melakukan Sahur on the Road (SOTR). Konvoi tersebut tak cuma mengganggu warga, sebagian dari mereka justru terindikasi mengonsumsi minuman keras.
Aksi konvoi tersebut akhirnya dihentikan oleh tim Raimas Kalamunyeng Sat Samapta Polres Gresik yang menggelar patroli Ramadan. Awalnya, polisi menerima laporan dari masyarakat yang merasa resah melihat rombongan pemuda berkaus hitam melintas di jalanan sambil membawa bendera berukuran besar, Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.
Konvoi itu mengganggu ketertiban. Polisi segera menyisir kawasan yang dilalui rombongan. Tak berselang lama, mereka berhasil mencegat para pelajar itu di depan UPT SMP Negeri 20 Kebomas, Jalan Mayjen Sungkono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat dihentikan, puluhan remaja itu tampak masih berkerumun bersama sepeda motornya. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap rombongan tersebut.
Dari lokasi, petugas mengamankan 21 pelajar, 10 sepeda motor, serta sejumlah atribut bendera yang mereka bawa saat konvoi.
Kasat Samapta Polres Gresik AKP Satriyono mengatakan para pelajar tersebut awalnya mengaku hanya ingin sahur bersama sambil berkeliling kota. Namun, kecurigaan petugas muncul ketika melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah digeledah, ditemukan botol minuman keras jenis arak.
"Saat kami periksa, tercium bau alkohol dari mulut tiga pelajar. Ternyata memang benar, arak yang mereka bawa sudah sempat diminum," ujar Satriyono.
Polisi kemudian membawa seluruh pelajar ke Mapolres Gresik untuk didata dan diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya. Setelah diperiksa, 18 pelajar yang tidak terbukti mengonsumsi alkohol diperbolehkan pulang setelah menjalani pendataan.
Sementara 3 pelajar yang kedapatan meminum minuman keras diminta memanggil orang tua mereka untuk menjemput langsung di Mapolres Gresik. Selain itu, para pelajar tersebut juga diminta membuat surat pernyataan agar tidak kembali terlibat dalam aksi serupa.
Satriyono menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan patroli selama bulan Ramadan untuk mencegah aksi konvoi liar maupun balap liar yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.
"Kami akan terus melakukan patroli. Jika ada kegiatan yang berpotensi mengganggu keamanan, tentu akan kami tindak," tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila menemukan gangguan kamtibmas melalui call center 110 atau layanan Lapor Cak Rama milik Polres Gresik.
(ihc/abq)











































