Curhat Atlet ke Pengurus Bongkar Dugaan Pelecehan Pelatih KONI

Curhat Atlet ke Pengurus Bongkar Dugaan Pelecehan Pelatih KONI

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Selasa, 10 Mar 2026 09:19 WIB
Dirres PPA-PPO Polda Jatim Kombes Ganis Setyaningrum saat konferensi pers di Bid Humas Polda Jatim
Dirres PPA-PPO Polda Jatim Kombes Ganis Setyaningrum saat konferensi pers di Bid Humas Polda Jatim/Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim
Surabaya -

Aksi dugaan pelecehan seksual yang dilakukan pelatih bela diri KONI Jatim berinisial WPC (44) terhadap atletnya akhirnya terbongkar. Kasus ini terungkap setelah korban yang merasa terganggu sejak 2023, memberanikan diri curhat kepada pengurus bela diri sebelum akhirnya dilaporkan ke Polda Jawa Timur.

WPC ditahan usai diduga melakukan pelecehan seksual pada atletnya. Korban disebut baru berani melapor usai mengadu ke pengurus.

Dirres PPA-PPO Polda Jatim Kombes Ganis Setyaningrum mengatakan, aksi bejat WPC sejak 2023. Lantaran merasa terganggu dan tak tahu harus mengadu ke siapa, korban curhat kepada pengurus bela diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi awalnya karena si atlet ini kan fokus bertanding, sebenarnya merasa terganggu sehingga dia curhat sama pengurus yang lain. Nah, dari situ lah (aksi bejat WPC mulai terbongkar)," kata Ganis, Selasa (10/3/2026).

ADVERTISEMENT

Polisi dengan 3 melati di pundaknya itu menyebutkan hal tersebut sempat menjadi perbincangan dan polemik di tubuh internal KONI. Menurutnya, aksi bejat WPC dilakukan pada korban setiap ada kegiatan ke luar kota.

"Setelah pertandingan (diduga dilakukan WPC pada korban), dari tiga daerah (TKP) Jombang, Ngawi, dan Bali, ada waktu (jeda) sampai dengan pelaporan (Laporan Polisi)," ujarnya.

"Karena fokusnya adalah lebih kepada fokus kepada pertandingan dan hanya dilaporkan di internal di kepengurusan, sehingga setelah pertandingan selesai dan agak tenang baru dilaporkan ke Polda Jatim," imbuh Ganis.

Meski begitu, Ganis menegaskan pihaknya masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi. Menurutnya, meski WPC telah ditetapkan tersangka dan ditahan, ia memastikan penyidikan belum selesai 100%.

"Kami dalami juga ya, karena memang dalam proses ini belum selesai ya, tentunya penanganan kita akan terus mencari tadi itu untuk korbannya, kemudian modus-modusnya, kemudian apa saja apakah kemudian ada tindakan lainnya ya, kekerasan atau ancaman," tuturnya.

Ganis mengungkapkan pihaknya juga tengah mendalami dugaan atau kemungkinan adanya korban lainnya. Ia pun mengimbau agar siapa saja yang menjadi korban untuk segera melapor ke polisi.

"Ada korban lainnya? Sedang kita dalami. Namun untuk laporan masih sekarang ini baru kali ini ya, tapi kita sedang mendalami apakah adanya kemungkinan korban-korban lainnya," tutup eks Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya itu.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads