Mohammad Dlofir (35), warga Jalan Usman Sadar Gang 14/12, Kelurahan Karangturi, Kecamatan Gresik nekat mengancam karyawan jasa ekspedisi menggunakan senjata tajam (sajam) jenis celurit. Aksi itu dipicu emosi pelaku setelah merasa dibentak saat mengambil paket kiriman.
Kapolsek Gresik Kota AKP M. Kevin Ramadhan mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di kantor ekspedisi JNT di Jalan Usman Sadar No. 69, Kelurahan Karangturi, Kecamatan Gresik, Minggu (8/3) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, Dofir mengantre untuk mengambil paket miliknya.
"Pelaku datang ke kantor ekspedisi tersebut untuk mengambil paket kiriman berupa gantungan kunci," ujar Kevin, Senin (9/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ketika menunggu antrean, baterai ponsel Dofir hampir habis. Padahal nomor resi paket yang akan diambil tersimpan di dalam ponsel tersebut.
"Pelaku kemudian meminta kepada petugas ekspedisi agar dipinjamkan charger handphone karena nomor resi paket ada di ponselnya," kata Kevin.
Petugas ekspedisi bernama Faisol Efendi (35) menanggapi permintaan tersebut dengan nada keras. Hal itu membuat pelaku tersinggung. Dofir yang naik pitam lantas pulang ke rumah.
Sejurus kemudian Dofir kembali ke kantor ekspedisi tersebut sambil membawa celurit. Jarak rumah Dofir dengan kantor ekspedisi tersebut memang cukup dekat, sekitar 100 meter.
"Pelaku pulang ke rumahnya mengambil senjata tajam jenis celurit, kemudian kembali lagi ke kantor ekspedisi dan menemui petugas tersebut," jelasnya.
Sesampainya di lokasi, pelaku kembali terlibat adu mulut dengan korban. Dalam kondisi emosi, pelaku kemudian mengeluarkan celurit yang masih berada di dalam sarungnya.
"Pelaku mengeluarkan celurit, namun saat itu masih dalam keadaan berada di sarung," tambah Kevin.
Setelah kejadian tersebut, pelaku langsung meninggalkan lokasi. Insiden itu kemudian ramai setelah video kejadian diunggah di media sosial.
"Peristiwa tersebut sempat di-posting di media sosial. Kemudian kami melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi pelaku," tegas Kevin.
Dari penanganan kasus ini, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu bilah senjata tajam jenis celurit. Polisi masih mendalami kasus tersebut.
"Saat ini kami telah melakukan pengecekan TKP, pengumpulan bahan keterangan, serta identifikasi terhadap pelaku," pungkasnya.
(auh/abq)











































