Polisi Autopsi Istri Bunuh Diri Usai Dihajar Suami Berkaus Samapta

Polisi Autopsi Istri Bunuh Diri Usai Dihajar Suami Berkaus Samapta

Adhar Muttaqin - detikJatim
Senin, 02 Mar 2026 11:45 WIB
Autopsi jasad istri yang bunuh diri usai di-KDRT suami di Trenggalek
Autopsi jasad istri yang bunuh diri usai di-KDRT suami di Trenggalek/Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim
Trenggalek -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Kasus dugaan penganiayaan yang berujung bunuh diri di Trenggalek ditangani serius oleh kepolisian. Satreskrim Polres Trenggalek mengambil langkah autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.

Sebelumnya, kasus ini viral di media sosial. Dari video yang beredar, pria berkaus Samapta Bhayangkara menghajar istrinya di pinggir jalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya kami hanya melakukan visum luar, namun, melihat perkembangan penyelidikan akhirnya kami ambil langkah autopsi," kata Kasi Humas Polres Trenggalek AKP Katik, Minggu (1/3/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, dengan proses autopsi yang dilakukan tim kedokteran forensik Polda Jatim tersebut akan terlihat dengan jelas apakah kematian korban akibat mengkonsumsi herbisida atau akibat penganiayaan.

Dijelaskan rangkaian kasus dugaan penganiayaan yang berujung bunuh bunuh diri ini bermula dari cekcok antara korban ED (33) dengan suami sirinya AW (31) warga Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, Trenggalek. Saat itu korban hendak pulang ke kampung halamannya di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (bukan Palembang seperti berita sebelumnya) karena tidak betah di Trenggalek.

Korban sempat dipukul berulangkali dengan tangan kosong maupun menggunakan potongan balok kayu. Kejadian penganiayaan tersebut sempat terekam video oleh warga sekitar, hingga viral di media sosial.

Pascakejadian, hubungan pasutri siri tersebut belum pulih, puncaknya pada Kamis dini hari, ED nekat mencoba mengakhiri hidupnya dengan mengkonsumsi herbisida.

"Korban sempat dibawa ke Puskemas Pule, kemudian Minggu pagi dirujuk ke RSUD dr Soedomo dan meninggal dunia pukul 15.00 WIB," jelasnya.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads