Adendra Dwi Putra Jawara (20) nekat merampok DH Store, toko iPhone di Mojokerto bersenjata pistol mainan. Warga Dusun Kandangan, Desa Munung, Jatikalen, Nganjuk ini mengincar iPhone 15 pro untuk bayar cicilan motor dan utang miras.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima Wirdhan menjelaskan, Adendra nekat merampok karena menunggak angsuran motor. Yaitu Yamaha Aerox hitam yang dipakai pelaku merampok DH Store di Dusun Kasiyan, Desa Domas, Kecamatan Trowulan.
"Keterangan tersangka juga suka minum-minuman keras, tapi masih ada utang di tempat minuman tersebut. Sehingga ditagih sama pemilik toko. Makanya dia tega melakukan perbuatan tersebut," jelasnya kepada wartawan di Mapolres Mojokerto, Senin (23/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Himpitan utang itulah yang membuat Adendra mempunyai niat merampok toko ponsel. Ia membeli pistol mainan di Surabaya. Pistol yang aslinya berwarna putih, ia cat menjadi hitam agar mirip senjata api betulan.
Selanjutnya, Adendra mencari sasaran di Mojokerto. Ia menyatroni DH Store yang saat itu hanya dijaga oleh 2 karyawati. Pelaku mengira bakal lebih mudah menakut-nakuti mereka dengan pistol mainan.
"Dia sengaja ambil ponsel tersebut, rencana mau dia jual, uangnya mau dipakai membayar cicilan motor dan utang minuman," tandas Aldhino.
Sebelumnya, ketika merampok DH Store pada Kamis (19/2) sekitar pukul 12.00 WIB, Adendra menodong karyawati DH Store, Ika Suci Rahmawati (29) dengan pistol mainan warna hitam. Ia meminta Ika segera menyerahkan iPhone 15 pro.
Karena Ika menolak permintaannya, pelaku menghampirinya ke balik etalase toko. Pemuda ini merampas iPhone 15 pro dari tangan korban sambil menodongkan pistol. Seketika Ika teriak minta tolong sehingga Adendra memilih kabur dan melepas iPhone tersebut.
Siang itu, Adendra kabur ke arah Kecamatan Jatirejo menggunakan sepeda motor Yamaha Aerox. Tak lama kemudian ia ditangkap warga, lalu diserahkan ke polisi.
