Pembunuh Wanita Tangan Terikat-Mulut Tersumpal di Malang Ditangkap

Pembunuh Wanita Tangan Terikat-Mulut Tersumpal di Malang Ditangkap

Muhammad Aminudin - detikJatim
Minggu, 22 Feb 2026 19:05 WIB
TKP penemuan jasad wanita dengan tangan terikat-mulut tersumpal
TKP penemuan jasad wanita dengan tangan terikat-mulut tersumpal/Foto: Istimewa
Malang -

Pelaku pembunuhan wanita yang ditemukan dengan tangan terikat dan mulut tersumpal di aliran sungai Kedung Winong, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, tertangkap. Pelaku berinisial YD ditangkap di sebuah rumah kos wilayah Kota Malang.

Penangkapan dilakukan tim gabungan Satreskrim Polres Malang bersama Satresmob Bareskrim Polri dan Subdit Jatanras Polda Jatim setelah serangkaian penyelidikan intensif.

Polisi bergerak cepat begitu keberadaan terduga pelaku terdeteksi pada Sabtu (21/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum penangkapan, polisi berhasil mengungkap identitas korban melalui tes DNA. Korban diketahui seorang perempuan berinisial HMZ (17), warga Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk.

Kapolres Malang Muhammad Taat Resdi mengatakan, pelaku ditangkap tanpa perlawanan di kamar kos yang menjadi lokasi persembunyiannya.

ADVERTISEMENT

"Terduga pelaku berhasil kami amankan pada Sabtu malam di tempat persembunyiannya di sebuah rumah kos di wilayah Kota Malang," ujar Taat kepada wartawan, Minggu (22/2/2026).

"Penangkapan ini hasil kerja keras tim gabungan yang melakukan pengejaran secara intensif sejak identitas korban terungkap," sambung Taat.

Setelah diamankan, pelaku langsung dibawa ke Mapolres Malang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami motif dan kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

"Proses pemeriksaan masih berjalan. Kami akan mengungkap secara terang benderang peran pelaku, motif, serta rangkaian peristiwa yang terjadi," tegas Kapolres.

Taat menyampaikan, pihaknya berkomitmen mengusut tuntas perkara tersebut secara profesional dan transparan. Penyidik masih terus mendalami peran pelaku dalam kasus itu.

"Kami masih melakukan pemeriksaan mendalam untuk melengkapi alat bukti dan mengungkap secara utuh konstruksi peristiwa yang terjadi," pungkasnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads