7 Koper Wisatawan Thailand Raib di Bromo, Parkir Jadi Sorotan

7 Koper Wisatawan Thailand Raib di Bromo, Parkir Jadi Sorotan

M Rofiq - detikJatim
Selasa, 17 Feb 2026 12:20 WIB
Kawasan Gunung Bromo
Kawasan Gunung Bromo/Foto: M Rofiq/detikJatim
Probolinggo -

Kasus hilangnya tujuh koper milik rombongan wisatawan asal Thailand di depan Pendopo Sukapura, Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (15/2), menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Peristiwa tersebut dinilai mencoreng citra pariwisata, khususnya kawasan wisata Gunung Bromo.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia mengimbau seluruh wisatawan agar selalu meningkatkan kewaspadaan selama berkunjung.

"Kami selalu mengimbau kepada seluruh pelaku wisatawan untuk selalu waspada terhadap segala bentuk kejahatan," kata Heri, Selasa (17/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Parkir Resmi Telah Disiapkan

Pemerintah Kabupaten Probolinggo menegaskan telah menyiapkan sejumlah titik parkir resmi bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Bromo. Lokasi parkir tersebut di antaranya Area Terminal Seruni Point Jembatan Kaca, Rest Area Cemoro Lawang, Pendopo Agung Ngadisari, dan Wisma Ucik.

Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, mengingatkan wisatawan agar tidak memarkir kendaraan di lokasi yang tidak semestinya, terlebih tanpa penjagaan, serta tidak meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan.

"Jangan parkir di tempat yang tidak semestinya, apalagi tanpa penjaga dan meninggalkan barang-barang berharga di kendaraan," tegas Ugas saat dihubungi.

Terkait penanganan kasus tersebut, Pemerintah Kabupaten Probolinggo menyatakan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari kepolisian, Dinas Perhubungan, Satpol PP, ASITA, PHRI, hingga organisasi lain yang berkaitan dengan pariwisata.

Disporapar juga mendorong kepolisian untuk terus melakukan pencarian terhadap pelaku pencurian.

"Kami berharap pihak kepolisian bisa segera mengungkap peristiwa ini karena pelaku kejahatan telah mencederai dunia pariwisata, khususnya di Kabupaten Probolinggo, yang saat ini sedang berupaya mengembangkan sektor pariwisata. Kami berharap pelakunya segera tertangkap," tambah Ugas.

Ugas menjelaskan, kendaraan rombongan wisatawan tersebut diketahui terparkir di tepi jalan umum.

"Posisi parkir kendaraan berada di tepi jalan umum. Terkait keberadaan CCTV saat ini masih didalami pihak berwajib," ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah tengah mengonsep surat edaran imbauan terkait kasus pencurian kepada seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan dinas terkait.

Ke depan, Pemkab Probolinggo juga akan menggelar rapat koordinasi bersama aparat penegak hukum, pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), dukun Hindu Tengger, tokoh masyarakat Tengger Bromo, pelaku usaha wisata, pemilik jeep, ojek motor, ojek kuda, hingga pemilik travel. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan wisata yang disakralkan oleh warga Suku Hindu Tengger.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan demi mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan.



(ihc/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads