Sebuah bengkel motor di Dusun Waung, Kecamatan Baron, Nganjuk akhirnya ketahuan ternyata menjadi tempat untuk memutilasi ratusan sepeda motor diduga hasil kejahatan. Sudah ada 3 orang yang telah diamankan polisi.
Tim gabungan dari Polsek Karangpilang dibantu Satreskrim Polrestabes Surabaya, Polsek Baron, dan Polres Nganjuk menggerebek gudang mutilasi motor tersebut pada Selasa (10/2/2026). Hasilnya, polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dengan peran yang berbeda-beda.
Kasus ini bermula dari laporan seorang warga Surabaya yang kehilangan motornya. Penyelidikan polisi mengarah pada tersangka SY (37), warga Surabaya yang diduga menggelapkan motor tersebut dan menggadaikannya kepada AK (23), sang pemilik gudang di Nganjuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kanit Reskrim Polsek Karangpilang, AKP Kusmianto, mengungkapkan bahwa praktik lancung ini telah berjalan selama dua tahun. Skalanya pun cukup fantastis; tersangka mengaku telah mempreteli ratusan unit kendaraan.
"Ratusan motor itu dimutilasi dalam kurun waktu 2 tahun. Itu berdasarkan pengakuan tersangka. Onderdil motor hasil mutilasi kemudian dijual satuan oleh tersangka AK secara online," beber Kusmianto kepada detikJatim, Jumat (13/2/2026).
Polisi bergerak cepat mengamankan tiga orang yang kini telah mendekam di balik jeruji besi. Ketiganya adalah SY (37), Warga Surabaya yang berperan sebagai penyedia motor (penggelapan), kemudian AK (23): Warga Desa Lestari, Nganjuk yang berperan sebagai pemilik gudang sekaligus eksekutor mutilasi.
Terakhir adalah tersangka SN (31), dia merupakan Pembantu AK yang turut membantu proses pembongkaran motor.
"Ketiga tersangka sudah kami tahan," tegas Kusmianto.
Di lokasi penggerebekan, polisi menemukan tumpukan barang bukti yang mencengangkan, mulai dari 43 rangka motor, 39 lembar STNK, hingga 3 BPKB. Diduga kuat, motor-motor tersebut berasal dari hasil pencurian (curanmor), penggelapan, hingga motor kredit macet atau "patasan".
Ketua RW Dusun Waung, Supriyono, mengaku terkejut dengan penggerebekan tersebut. Selama ini, AK dikenal warga hanya membuka bengkel motor biasa di rumah istrinya.
"Selama ini kami tidak tahu. Baru menyadari saat polisi dari Polsek Karangpilang datang ke rumah saya untuk minta didampingi saat penggerebekan," ujar Supriyono.
Ia menambahkan bahwa aktivitas mencurigakan sebagai gudang motor "protolan" itu sebenarnya baru berjalan sekitar dua bulan di lokasi tersebut. Namun, kepiawaian tersangka menyembunyikan aktivitasnya membuat warga sekitar tidak menaruh curiga.
"Sepengetahuan saya, AK membuka bengkel motor di rumah itu. Namun belakangan terungkap bahwa AK memutilasi motor-motor hasil kejahatan," pungkasnya.
Hingga Jumat petang, garis polisi masih melingkari rumah tersebut. Spare part motor tampak berserakan di teras, menjadi saksi bisu kekejian "jagal" motor yang kini telah berakhir di tangan korps bhayangkara.
