Buka-bukaan Walkot Eri, Selain KBS Kejaksaan Juga Periksa PD Pasar Surya

Buka-bukaan Walkot Eri, Selain KBS Kejaksaan Juga Periksa PD Pasar Surya

Esti Widiyana - detikJatim
Senin, 09 Feb 2026 10:45 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Balai Kota.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Dok. Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi buka-bukaan soal dugaan korupsi di BUMD Surabaya. Ternyata, bukan cuma Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) saja yang sedang diperiksa kejaksaan, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya turut diperiksa.

Eri mengatakan, PD Pasar Surya saat ini sedang menjadi perhatian Kejari Tanjung Perak. Pemeriksaan dilakukan terkait dengan dugaan korupsi yang dilakukan oleh direksi lama PD Pasar Surya.

"Betul, InsyaAllah memang sedang ditelusuri. Karena saya sampaikan langsung ke direkturnya, 'ayo laporkan'. Ini harus dipotong dulu. Kalau tidak dipotong, ini akan mempengaruhi yang di depan," kata Eri, Senin (9/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait pemeriksaan korupsi apa, Eri hanya menjawab bahwa pemeriksaan itu berkaitan dengan utang direksi lama. Dia tekankan bahwa pemeriksaan itu tidak berkaitan dengan proyek pembangunan Pasar Keputran dan Pasar Kembang.

"Oh, bukan (proyek pasar), kalau ini bukan karena itu tapi kan dulu yang yang kejadian yang lama, direktur yang lama, yang akhirnya ditahan karena korupsi sudah lama, kan terkait dengan hutangnya tapi kan hutangnya dibebankan kepada direksi yang baru," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Eri Cahyadi menegaskan bahwa pemeriksaan PD Pasar Surya oleh Kejari Tanjung Perak juga tidak berkaitan dengan direksi saat ini melainkan direksi lama yang membebani kinerja perusahaan.

"PD Pasar itu ada keuangan, kerugian negara, dibebankan. Akhirnya kan direkturnya siapapun, direksinya yang baru siapapun, kalau harus menanggung utange atau korupsinya direksi sing lawas, yo kapan PD Pasar iso maju, Wong beban beban korupsinya yang lama dibebankan kepada yang baru," jelasnya

Menurutnya memang perlu dilakukan pemeriksaan terhadap BUMD. Khususnya PD Pasar agar bisa memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

"Makanya kami juga minta pendampingan. Agar apa? Supaya menjadi sehat pasar ini. Kalau enggak, nggak iso sehat-sehat iki kalau yang lama (utang korupsi) dibebankan kepada yang baru kesalahan itu. Makanya saya ingin putus termasuk KBS, PD Pasar, sehingga ke depan benar-benar bisa memulai hidup yang baru," ujarnya.

Sayangnya, Eri Cahyadi tidak menyebutkan dengan lebih detail perkara nominal kerugian yang ditimbulkan akibat dugaan korupsi yang dilakukan direksi lama di PD Pasar Surya.

"Saya lupa ya (nominal potensi kerugian negara). Karena, kan, tambah luwih suwe maneh maksudnya (kasusnya sudah lebih lama)," pungkasnya.



(irb/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads